Kepala BPSPL Denpasar Permana Yudiarso mengatakan KMP Permata Lestari II yang kandas tersebut adalah milik perusahaan PT Atosim Lampung Pelayaran yang melayani penyeberangan dari/ke Pelabuhan Pototano di Sumbawa ke/dari Pelabuhan Kayangan di Lombok Timur.
Menurut Yudi kapal ini kandas pada pada Senin (4/10) sekitar pukul 23.30 Wita pada koordinat 116.753055° Bujur Timur 8.446920° Lintang Selatan. Tidak ada korban jiwa saat kejadian.
Namun seluruh kendaraan berupa 1 unit kendaraan tronton, 6 unit kendaraan kecil, 6 unit kendaraan truk sedang, dan 7 unit kendaraan roda dua hingga saat ini masih berada di dalam kapal.
Tim di lapangan telah berhasil mengumpulkan dokumentasi kondisi kapal dari udara dan kondisi terumbu karang dengan penyelaman. Berdasarkan dokumentasi ini diketahui bahwa kapal kandas tepat di atas tubir yang terdapat banyak terumbu karang hidup.
Pengamatan dilakukan bersama Kelompok Masyarakat Pengawas Petrando dan Komunitas Penyelam Nusa Tenggara Barat (Kapela) NTB dengan menggunakan kapal cepat berkekuatan 40 PK bertolak dari Dermaga Gili Lampu, Sambelia, Lombok Timur. Tim dilengkapi peralatan pesawat tanpa awak (drone), peralatan selam dan kamera bawah laut.
Yudi mengatakan kecelakaan kapal yang menabrak karang sangat merugikan. Selain sumber daya terumbu karang rusak, ini juga menganggu kegiatan perikanan dan pariwisata bahari di sekitar lokasi mengingat lokasi kapal kandas masuk dalam kawasan wisata bahari Gili Lampu yang terdiri dari Gili Petagan, Gili Bidara, dan Gili Kondo, serta Gosong Gili Kapal.





Komentar tentang post