
Widodo yang juga pengajar di Program Studi Hidrografi Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL), bersama para siswa perwira TNI-AL, sudah beberapa kali melakukan penelitian dan hasilnya telah ditulis di beberapa jurnal mengenai Laut Natuna Utara.
“Sebenarnya bila berdasarkan paper kami, maka di spratly itu di-puterin sebuah arus yang bernama Natuna Off-shelf Current. Jadi ada kata kunci “Natuna”, yang jelas kata tersebut adalah milik Indonesia. Indonesia harus berani declare-kan penyebutan North Natuna Sea di dunia internasional agar segera mendapatkan pengakuan atas nama tersebut,” kata Widodo.
Menurut Widodo, klaim Laut Natuna Utara oleh China ini kemungkinan karena China ingin menguasai Samudera Hindia. Karena jalan tercepat melewati laut Natuna, Selat Singapaura dan Selat Malaka.
“Analisis saya, China ingin menguasai Samudera Hindia. Jalan satu-satunya yang tercepat adalah melewati laut Natuna, Selat Singapura lalu Selat Malaka. Jika laut Natuna bisa dikuasai, maka tinggal sedikit lagi mereka bisa punya akses ke Samudera Hindia,” ujar Widodo.
Laut Natuna adalah salah satu wilayah luar strategis ekonomi, yang terhubung ke jalur laut internasional kepulauan (ALKI I). Laut Natuna dan Laut Natuna Utara memiliki letak geografis dan geopolitik yang sangat strategis, serta ada cadangan minyak bumi di sana.





Komentar tentang post