Wiratno mengatakan kawasan konservasi ini mulai pulih setelah direstorasi sejak tahun 2006. Keberhasilnnya ditandai dengan peningkatan tutupan vegetasi khususnya mangrove, dan kembali ditemukannya berbagai jenis burung di kawasan ini.
Pelepasliaran burung di TWA Angke Kapuk ini merupakan salah satu pencapaian KLHK dalam mewujudkan ex-situ link to in-situ.
Kontribusi nyata konservasi ex-situ (di luar habitatnya) terhadap populasi di in-situ (di habitat alamnya) ini diharapkan dapat memperkaya keanekaragaman hayati Ibukota Negara dan memotivasi seluruh pegiat konservasi untuk terus bekerjasama mewujudkan “Living In Harmony with Nature.”





Komentar tentang post