“Kelompok alat kesehatan pendukung menghasilkan produk yang cukup banyak, di antaranya produk yang dihasilkan dari riset peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), yaitu autonomous UVC mobile robot (AUMR) dan ozone nanomist,” kata Bambang.
Kelompok terapi dan obat menemukan terapi plasma konvalesen serta terapi mesenkimal sel punca dan eksosom. Kelompok kelima yaitu sosial humaniora dan data base di antaranya berhasil mendapatkan whole genome sequencing dari virus penyebab Covid 19.
Bambang menjelaskan, selain berbagai kegiatan penelitian dengan produk yang telah dihasilkan, konsorsium Riset dan Inovasi Covid 19 juga mengadakan kegiatan pendukung seperti pelatihan untuk tenaga laboratorium di fasilitas Bio Safety Level (BSL) 3.
“Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan oleh LIPI yang didukung oleh fasilitas dan tenaga ahli yang mumpuni,” katanya.
“Untuk mewujudkan kemandirian bangsa dalam menghadapi pandemi Covid-19, terdapat dua hal penting yang harus ada yaitu talenta dan rasa,” ujar Bambang.
Menurut Bambang, selain kemampuan secara intelektual, adanya rasa ingin terbebas dari ketergantungan akan produk alat kesehatan yang berasal dari impor juga sangat penting. Berkat kedua hal ini maka satu persatu alat kesehatan sudah mulai diproduksi di dalam negeri.





Komentar tentang post