Bambang menjelaskan bahwa Indonesia sangat membutuhkan vaksin untuk membentuk kekebalan tubuh sehingga tidak mudah terjangkit Covid-19. Tapi menurutnya, saat ini Indonesia masih tergantung pada vaksin import dan belum dapat menggunakan vaksin produksi dalam negeri.
“Kunci dari keberhasilan suatu negara dalam menguasai vaksin adalah adanya riset dan development yang kuat serta adanya keterkaitan antara riset dan development dengan industri atau pabrik yang memproduksi vaksin. Hal inilah yang harus kita perbaiki dan kita pelajari bahwa pengembangan vaksin harus dilakukan secara mandiri dari hulu hingga hilir,” ujarnya.
Menristek juga mendorong terbentuknya kemandirian bahan baku obat di Indonesia. “Hampir 90 persen bahan baku obat di Indonesia adalah berasal dari impor, padahal kita memiliki kekayaan hayati yang sangat tinggi,” katanya.
Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono mengatakan dengan adanya riset yang sudah sampai hulu dengan dihasilkannya produk, maka hal ini akan meningkatkan ketahanan Indonesia dibidang kesehatan.
“Kita berulang tahun hari ini, namun kita tidak berharap berulang tahun lagi pada tahun-tahun mendatang dan dapat keluar dari pandemi dengan kekuatan kolaborasi,” katanya.
Kegiatan yang bertema “Inovasi Indonesia Untuk Indonesia Pulih, Bangkit dan Maju”. berlangsung di auditorium BJ Habibie Kementrian Riset dan Inovasi Nasional/ BRIN dihadiri oleh Kepala KSP, Kepala BNPB, serta para pimpinan tinggi di lingkungan kementerian dan lembaga.





Komentar tentang post