
Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Gorontalo, Widya Rizki Mantau, mengatakan, melalui pelatihan ini dapat memperoleh ilmu dan pengalaman dari para narasumber yang memiliki banyak pengalaman di bidang jurnalistik.
“Kegiatan ini dikemas dengan sangat bagus khususnya setiap pemateri selalu membuka sesi diskusi setiap materinya, sehingga kami tidak merasakan bosan dan pembahasan materi tersebut lebih terarah,” katanya.
Menurut Widya, materi yang diberikan pada pelatihan itu sangat penting. Seperti dampak media sosial untuk pemahaman publik mengenal informasi, rilis pers dan esensi karya jurnalistik, mengenali advertorial dan bentuk native advertising lain, mengenali jurnalisme yang mengabdi untuk publik, meretas algoritma media sosial, kebenaran, bukti dan batasan jurnalisme, mewaspadai makna Ganda (Efek Visual/Foto dalam Berita).
Materi-materi yang diberikan, kata Widya, sangat bagus dan bisa menambah wawasan serta pengalaman baru, sehingga nantinya dapat diimplementasikan baik sebagai masyarakat atau nantinya bila ingin terjun ke dunia jurnalistik.
“Saya sudah memiliki modal dalam melawan Mis/Disinformasi baik dari sebuah pemberitaan ataupun informasi yang beredar luas di kalangan masyarakat,” kata Widya.
Ketua AMSI Gorontalo Verrianto Madjowa, mengatakan, pelatihan selama dua hari di Kota Gorontalo diberikan oleh Trainer Cek Fakta Google News Initiative (GNI) Tri Suharman dan Fritz Wongkar.





Komentar tentang post