Selasa, Mei 26, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Krisis Teluk Persia dan Selat Hormuz Berdampak pada Ketahanan Pangan di Seluruh Dunia

redaksi
27 Maret 2026
Kategori : Berita
0
Krisis Teluk Persia dan Selat Hormuz Berdampak pada Ketahanan Pangan di Seluruh Dunia

Konflik Teluk Persia dan Selat Hormuz berdampak pada perdagangan di skala global. FOTO: UN News

“Skenario jangka menengah berupa blokade selama tiga bulan akan memengaruhi semua petani di seluruh dunia, dan kemudian kita akan menghadapi berbagai elemen yang dapat berdampak terutama pada musim berikutnya,” ujar Torero, merujuk pada penurunan hasil panen dan substitusi.

Situasi ini juga dapat memicu persaingan dari sektor biofuel, terutama jika harga minyak naik di atas $100 per barel. Meskipun petani akan mendapat manfaat, “ini akan buruk bagi konsumen karena harga akan meningkat.”

Negara-negara yang Rentan

Dalam jangka pendek, prioritas harus diberikan kepada negara-negara seperti Sri Lanka dan Bangladesh, di mana panen padi sedang berlangsung saat ini.

Negara-negara Afrika yang bergantung pada impor pupuk juga rentan, katanya, meskipun “eksportir besar” seperti Argentina, Brasil, dan Amerika Serikat juga akan terpengaruh.

Mengenai Teluk, Torero mencatat bahwa harga pangan sudah “melonjak” di Iran. Meskipun negara tersebut memproduksi sekitar 70 persen dari pasokannya sendiri, sisanya diimpor.

Sementara itu, “importir pangan besar” seperti Qatar dan Uni Emirat Arab akan menghadapi tantangan karena tidak ada kapal yang menuju ke wilayah tersebut.

Negara-negara Teluk juga menampung jutaan pekerja migran dari Asia Selatan dan Afrika Timur. Kiriman uang ke tanah air mereka dapat menurun jika konflik berlanjut.

Halaman 2 dari 3
Sebelumnya123Selanjutnya
Tags: FAOKetahanan PanganKonflik Timur TengahPerang AS-Israel vs IranSelat HormuzTeluk Persia
Bagikan1Tweet1KirimKirim
Previous Post

Siklon Tropis Narelle Menyusur Pantai North West Cape di Australia Barat, Berdampak Hujan di Indonesia

Next Post

Siklon Tropis Narelle Mendarat Dekat Coral Bay, Australia Barat

Postingan Terkait

7 Tim Mahasiswa UNG Lolos Pendanaan Program Kreativitas Kemdiktisaintek

7 Tim Mahasiswa UNG Lolos Pendanaan Program Kreativitas Kemdiktisaintek

26 Mei 2026
Anggrek Kantung, Masuk Daftar CITES dan Dilindungi

Ada 4.000 Anggrek di Indonesia, 3 Spesies Baru

26 Mei 2026

Indikasi El Niño Condition di Samudra Pasifik

Waspada Adanya Peningkatan Curah Hujan

Penyakit Diabetes Mengancam Usia Remaja

Koperasi Produsen Cahaya Sinergi Dengilo Kantogi Izin Pertambangan Rakyat di Pohuwato

Markhor, Kambing Liar Bertanduk Spiral yang Hampir Terancam Punah

Bibit Siklon Tropis 99W Berada di Utara Papua

Next Post
Siklon Tropis Narelle Mendarat Dekat Coral Bay, Australia Barat

Siklon Tropis Narelle Mendarat Dekat Coral Bay, Australia Barat

TERBARU

7 Tim Mahasiswa UNG Lolos Pendanaan Program Kreativitas Kemdiktisaintek

Ada 4.000 Anggrek di Indonesia, 3 Spesies Baru

Indikasi El Niño Condition di Samudra Pasifik

Waspada Adanya Peningkatan Curah Hujan

Penyakit Diabetes Mengancam Usia Remaja

Koperasi Produsen Cahaya Sinergi Dengilo Kantogi Izin Pertambangan Rakyat di Pohuwato

AmsiNews

REKOMENDASI

Digitalisasi Bahan Alam Laut Indonesia

Perusak Hutan Lindung Divonis 7 Tahun Penjara

Antisipasi Virus Corona Melalui Jalur Laut, Kemenhub Terapkan Standar WHO

108 Titik Bersihkan Pantai di Indonesia

Peneliti: Populasi Penyu di Sumatera Barat 30 Ribu Ekor

Esai Foto: Pohon Tua Bernilai Sejarah di Samping Kantor Pos Kota Gorontalo Mulai Ditebang

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.