Jumat, Mei 1, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Konservasi

Belajar Dari Koorders

redaksi
10 Juni 2020
Kategori : Konservasi, Laporan Khusus
0
Belajar Dari Koorders

Burung maleo. FOTO: WALLACEFUND.INFO

Jadi, penunjukan awal kawasan cagar alam di berbagai tempat di Indonesia bukan hasil kebijakan pemerintah Hindia Belanda. Perkumpulan Perlindungan Alam Hindia Belanda yang didirikan oleh Koorders sangat progresif melobi untuk menunjuk kawasan-kawasan yang berpotensi tumbuhan dan satwa bagi kepentingan ilmu pengetahuan di masa mendatang.

Perkumpulan ini muncul dari sekelompok peneliti botani dan pecinta alam pada 1912.

Perkumpulan mempelopori dan mengusulkan kawasan-kawasan konservasi pertama dan perlindungan flora dan fauna tertentu.

Koorders yang lahir di Bandung pada 29 November 1863, anak satu-satunya pasangan Maria Henriette Boeke dan Dr. Philol, jur, et Theology, Daniel Koorders.

Tahun 1894-1895 Koorders melakukan perjalanan ke Minahasa-Sulawesi Utara. Meski tidak sempat ke Tangkoko, Koorders telah mencatat pentingnya daerah ini untuk diusulkan sebagai kawasan perlindungan alam.

Sebagai bentuk penghargaan buat Wallace, Koorders memberikan nama satu genus tumbuhan di Minahasa “Wallaceadendrom Kds”.

Di masa Hindia Belanda saja, usulan kawasan konservasi dan perlindungan flora dan fauna, landasannya cukup kuat. Setiap usulan ke pemerintah Hindia Belanda dilandasi dengan riset, eksplorasi lapangan, dokumentasi dan kerjasama.

Sebagai bentuk penghargaan dan penghormatan, telah dibuat dan diresmikan patung Wallace setinggi 1,5 meter pada 21 Februari 2019 di Cagar Alam Tangkoko, Bitung. Patung ini berada di atas tiang setinggi 2,6 meter.*

Halaman 2 dari 2
Sebelumnya12
Tags: Burung MaleoMacrocephalon maleoSulawesi UtaraWallace
Bagikan5Tweet3KirimKirim
Previous Post

Kakek Sandiaga Uno Konservasionis Pertama Burung Maleo

Next Post

Adat Memanfaatkan Telur Maleo di Tengah Status Genting

Postingan Terkait

Petugas Menangkap Pelaku Pembalakan Liar Hutan Mangrove di Langkat

Burung Indonesia Diseminasi Konservasi Mangrove Pohuwato dan Pameran Produk Ramah Lingkungan

25 April 2026
Percepatan Reviu Zonasi di Kawasan Konservasi Kepulauan Raja Ampat Memastikan Kesesuaian dengan Kebutuhan Masyarakat

Percepatan Reviu Zonasi di Kawasan Konservasi Kepulauan Raja Ampat Memastikan Kesesuaian dengan Kebutuhan Masyarakat

9 April 2026

55 Paus Pilot Sirip Pendek Terdampar di Pantai Rote Ndao, 34 Selamat

Tahun Kuda 2026: Empat Pelajaran Lingkungan yang Dapat Dipelajari Dari Kuda

Pariwisata Berkelanjutan Mendorong Tanggung Jawab dan Konservasi Lingkungan

Bali Ocean Days 2026 Bahas Pengelolaan 7 Cagar Biosfer Kepulauan dan Pesisir di Indonesia

Balai Taman Nasional Bogani Nani Wartabone Menghentikan Pembukaan Jalan dalam Kawasan

Ikan Hulu’u di Danau Limboto Kelompok Giuris, Butuh Rencana Konservasi yang Spesifik

Next Post
Adat Memanfaatkan Telur Maleo di Tengah Status Genting

Adat Memanfaatkan Telur Maleo di Tengah Status Genting

Komentar tentang post

TERBARU

60 Ribu Benih Ikan Dilepas di Sungai Poigar dan Mondaton Kabupaten Bolaang Mongondow

Krisis Selat Hormuz Mendorong Dunia Menuju Resesi

Ahli Desain Komunikasi Visual UNG: Banyak yang Meremehkan Pelanggaran Hak Cipta Visual dan Konten Jurnalistik

Melki Gani –  Fajri A. Kidjab Ketua dan Sekretaris Terpilih AMSI Gorontalo Periode 2026-2030

Mangrove Dapat Menyerap logam berat Merkuri

Mangrove Biofilter Alami Mengurai Limbah Budidaya Laut

AmsiNews

REKOMENDASI

World Tuna Day, untuk Laut yang Sehat

Badai Kategori 2 Fina Mengarah ke Dekat Darwin Australia

Ini Penyumbang Inflasi Kota Gorontalo Desember 2022

Rumpon Bertambah di Teluk Tomini, Tak Ada Laporan

Tugboat Berhasil Tarik Bangkai Kapal Dharma Rucita

Tiga Jenazah KM Gerbang Samudera I Ditemukan

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.