Senin, Juli 20, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Konservasi

Adat Memanfaatkan Telur Maleo di Tengah Status Genting

redaksi
11 Juni 2020
Kategori : Konservasi, Laporan Khusus
0
Adat Memanfaatkan Telur Maleo di Tengah Status Genting

Telur maleo untuk prosesi adat. FOTO: ALWI MADJID VIA PRISTIWANTO (2019)

Darilaut – Ritual memanfaatkan telur burung maleo dalam prosesi adat di Banggai dan Banggai Laut Sulawesi Tengah masih berlangsung hingga sekarang ini. Prosesi adat tersebut mengancam keberlangsungan spesies maleo yang telah masuk kategori genting menurut kriteria IUCN dan Undang-undang konservasi di Indonesia.

IUCN (International Union for Conservation of Nature) atau Uni Internasional untuk Konservasi Alam memberikan status genting atau Endangered untuk maleo karena menghadapi risiko kepunahan di alam liar.

Peneliti Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Manado, Pristiwanto, mengatakan pengambilan telur bukan hanya untuk ritual adat saja. Telur maleo terkadang dijadikan cenderamata khas daerah Banggai.

Apalagi, kata Pristiwanto, maleo masuk dalam Appendix I CITES yang melarang perdagangan satwa ini.

Pristiwanto, telah meneliti dan membuat kajian tradisi pemanfaatan telur maleo di Banggai. Tradisi yang disebut Tumpe atau mengantar (mengirimkan) telur burung Maleo dan Malabot Tumbe atau menjemput telur burung Maleo merupakan warisan budaya kerajaan Banggai.

“Ada anggapan maleo ini punya kerajaan Banggai,” ujar Pristiwanto, Kamis (11/6). Padahal, burung maleo ada di sejumlah daerah di Sulawesi.

Dalam kajian Pristiwanto, secara historis Banggai Laut merupakan bagian Kerajaan Banggai yang sudah dikenal sejak abad 13 Masehi sebagaimana termuat dalam buku Negara Kertagama yang ditulis oleh Pujangga Besar Empu Prapanca pada tahun Saka 1478 atau 1365 Masehi.

Halaman 1 dari 4
12...4Selanjutnya
Tags: BanggaiBurung MaleoMacrocephalon maleoSulawesi Tengah
Bagikan11Tweet5KirimKirim
Previous Post

Belajar Dari Koorders

Next Post

Maleo Berkurang di Bakiriang

Postingan Terkait

Stop Perburuan Paus dan Lumba-lumba

Perburuan Paus, Praktik Grindadráp di Kepulauan Faroe Berbeda dengan Lamalera

15 Juli 2026
Pendekatan Konservasi Integratif Paus Berbasis Kosmologi Masyarakat Adat Lamalera

Konservasi Paus Berkelanjutan di Lamalera Laut Sawu Nusa Tenggara Timur

14 Juli 2026

BRIN Bahas Konservasi Integratif Paus Berbasis Kosmologi Hidup Masyarakat Adat Lamalera

Lamalera Spesialis Menangkap Paus Bergigi, Lamakera Tak Bergigi

Pendekatan Konservasi Integratif Paus Berbasis Kosmologi Masyarakat Adat Lamalera

Kosmologi Penangkapan Paus di Lamalera NTT Selaras dengan Konservasi Integratif

Temuan Peneliti UNG Penderita Diabetes Tak Terkontrol Bisa Sebabkan Kebutaan

Tiga Spesies Baru Kantong Semar di Sulawesi dan Papua Memperkaya Daftar Flora Indonesia

Next Post
Maleo Berkurang di Bakiriang

Maleo Berkurang di Bakiriang

Komentar tentang post

TERBARU

Pengelolaan Wisata Hiu Paus Botubarani Kedepankan Aspek konservasi dan Manfaat Ekonomi Bagi Masyarakat

Menghadapi Suhu Sangat Panas, WHO Keluarkan Panduan Baru

Eropa Paling Cepat Memanas, 10 Ribu Tewas Musim Ini

Kekeringan dan Kesulitan Air Bersih Meluas

Mengingat Nelson Mandela, Pembela Perdamaian dan Pejuang Pemberantasan Kemiskinan

Prodi S1 Manajemen UNG Raih Akreditasi Unggul

AmsiNews

REKOMENDASI

Pembentukan Awan Cumulonimbus 7 Hari ke Depan Dapat Membahayakan Penerbangan

Menlu Retno Tekankan Prinsip Kedaulatan di Perairan Indonesia

WMO: Peringatan Tsunami Untuk Menyelamatkan Nyawa

Harga Ikan 9 November

Topan Mawar Pertahankan Kekuatan, Peringatan Laut di Filipina, Taiwan dan Jepang

Presiden COP28: Saatnya Kita Bersatu Dengan Tanggung Jawab Besar

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.