Senin, Desember 15, 2025
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Konservasi

Adat Memanfaatkan Telur Maleo di Tengah Status Genting

redaksi
11 Juni 2020
Kategori : Konservasi, Laporan Khusus
0
Adat Memanfaatkan Telur Maleo di Tengah Status Genting

Telur maleo untuk prosesi adat. FOTO: ALWI MADJID VIA PRISTIWANTO (2019)

Darilaut – Ritual memanfaatkan telur burung maleo dalam prosesi adat di Banggai dan Banggai Laut Sulawesi Tengah masih berlangsung hingga sekarang ini. Prosesi adat tersebut mengancam keberlangsungan spesies maleo yang telah masuk kategori genting menurut kriteria IUCN dan Undang-undang konservasi di Indonesia.

IUCN (International Union for Conservation of Nature) atau Uni Internasional untuk Konservasi Alam memberikan status genting atau Endangered untuk maleo karena menghadapi risiko kepunahan di alam liar.

Peneliti Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Manado, Pristiwanto, mengatakan pengambilan telur bukan hanya untuk ritual adat saja. Telur maleo terkadang dijadikan cenderamata khas daerah Banggai.

Apalagi, kata Pristiwanto, maleo masuk dalam Appendix I CITES yang melarang perdagangan satwa ini.

Pristiwanto, telah meneliti dan membuat kajian tradisi pemanfaatan telur maleo di Banggai. Tradisi yang disebut Tumpe atau mengantar (mengirimkan) telur burung Maleo dan Malabot Tumbe atau menjemput telur burung Maleo merupakan warisan budaya kerajaan Banggai.

“Ada anggapan maleo ini punya kerajaan Banggai,” ujar Pristiwanto, Kamis (11/6). Padahal, burung maleo ada di sejumlah daerah di Sulawesi.

Dalam kajian Pristiwanto, secara historis Banggai Laut merupakan bagian Kerajaan Banggai yang sudah dikenal sejak abad 13 Masehi sebagaimana termuat dalam buku Negara Kertagama yang ditulis oleh Pujangga Besar Empu Prapanca pada tahun Saka 1478 atau 1365 Masehi.

Halaman 1 dari 4
12...4Selanjutnya
Tags: BanggaiBurung MaleoMacrocephalon maleoSulawesi Tengah
Bagikan10Tweet5KirimKirim
Previous Post

Belajar Dari Koorders

Next Post

Maleo Berkurang di Bakiriang

Postingan Terkait

BRIN Buka Pendanaan Riset Keanekaragaman Hayati

Kearifan Lokal Itu Warisan Pengetahuan Ekologis

24 November 2025
Penanaman Mangrove dengan Sistem Rumpun Berjarak

Kearifan Lokal Relevan Sebagai Landasan Konservasi Laut di Indonesia

23 November 2025

Darilaut.id Menyematkan Tahun 2025 Rekor Baru Agregasi Hiu Paus di Perairan Botubarani

Global Ocean Innovation Challenge Jadikan Indonesia Pusat Inovasi Konservasi Laut

Peristiwa Upwelling Ekstrem Laut Alor Dapat Menjadi Daya Tarik Wisata Ilmiah Berbasis Konservasi

Individu Hiu Paus Bertambah Setelah Paus Biru Melintas di Perairan Botubarani

Jalur Baru Migrasi Paus Biru di Teluk Tomini

Paus Biru Muncul di Botubarani: Indikasi Jalur Migrasi Baru di Teluk Tomini

Next Post
Maleo Berkurang di Bakiriang

Maleo Berkurang di Bakiriang

Komentar tentang post

TERBARU

Intensitas Siklon Tropis Bakung Setara Topan di Barat-Barat Laut Kepulauan Cocos

Bibit Siklon Tropis 92S Terletak di Dekat Kepulauan Cocos (Keeling)

Di Balik Topeng, Hadir Sosok Perempuan dan Kecantikan yang Menjadi Bahasa Budaya

Bibit Siklon Tropis 93S Berkembang Perlahan di Selatan Jawa

Bibit Siklon Tropis 92S di Samudra Hindia Dapat Membawa Hujan di Sumatra Barat

Siklon Tropis Bakung Menguat Menjadi Kategori 2 di Kepulauan Cocos

AmsiNews

REKOMENDASI

Mahasiswa KKN UNG Kembangkan Nano Grow, Inovasi Pupuk Cair Ramah Lingkungan

Balai TN Manusela Transplantasi Karang di Lokasi Bekas Bom Ikan

Definisi Kasus Hepatitis

Petisi Bebaskan Lummi, Paus Pembunuh yang Ditawan di Miami Seaquarium

51 Orang Tewas Karena Banjir di Filipina, 19 Hilang

Hidup 11 Ribu Tahun, Ini Spesimen Spons Kaca yang Diidentifikasi Tahun 1904

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2023 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2023 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.