Darilaut – Data dan informasi diversitas genetik merupakan aspek yang sangat penting untuk diketahui. Hal ini karena informasi yang diperoleh melalui penelitian laboratorium dapat digunakan sebagai landasan penentuan tujuan dan arah konservasi.
Untuk mengetahui genetik burung maleo sejumlah dosen melakukan penelitian. Para peneliti ini masing-masing I Made Budiarsa (1Jurusan Biologi FMIPA Universitas Tadulako Palu), I Wayan Tunas Artama (Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada), Langkah Sembiring dan Jesmandt Situmorang (Fakultas Biologi, Universitas Gadjah Mada).
Penelitian dengan mengambil sampel darah burung maleo dari 2 habitat yang berbeda. Sampel pertama, di Tanjung Matop, Bakiriang, untuk mewakili habitat pesisir pantai (coastal nesting grounds). Sampel kedua di Desa Pakuli, Saluki, mewakili habitat hutan (in land nesting).
Dua lokasi tersebut sebagai tempat penting di kawasan Sulawesi yang diharapkan dapat mewakili nesting ground maleo di Sulawesi.
Pilihan prioritas di kawasan ini didasarkan pada hasil survei sebelumnya. Kawasan ini masih terdapat burung maleo yang representatif untuk mewakili maleo yang hidup di pantai dan bukan pantai.
Setelah memperoleh sampel, DNA darah diisolasi dan dipakai sebagai cetakan untuk amplifikasi intron satu gen RDP dengan teknik PCR (Polymerase Chain Reaction). Produk PCR selanjutnya disekuensing untuk mendapatkan sekuen DNA kemudian digunakan sebagai dasar untuk mengungkap diversitas genetik maleo.





Komentar tentang post