Rabu, Juli 15, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Konservasi

Membahas Maleo di Hari Lingkungan Hidup

redaksi
10 Juni 2020
Kategori : Konservasi, Laporan Khusus
0
Membahas Maleo di Hari Lingkungan Hidup

Burung maleo (Macrocephalon maleo). FOTO: HANOM BASHARI/EPASS

Darilaut – Berkaitan dengan Hari Lingkungan Hidup se dunia, IPB University menggelar seminar daring (dalam jaringan) tentang burung Maleo, Jumat (5/6). Maleo adalah burung unik yang hanya dapat ditemui di Pulau Sulawesi dan pulau-pulau kecil di sekitarnya.

Menurut Protected Area Specialists Wildlife Conservation Society (WCS) Indonesia program Sulawesi, Herman Teguh, Maleo adalah burung yang mandiri karena setelah telur menetas, induk maleo meninggalkan anaknya sendiri. Anak maleo harus bertahan hidup sendiri.

Menurut Herman, nesting ground atau lokasi tempat bertelur maleo sudah terdegradasi dengan adanya aktivitas manusia. Selain itu, predator alami sangat banyak. Jadi, perlindungan saat telur maleo menetas sangat diperlukan.

Untuk tindakan pengelolaan yang telah dilakukan melalui pengamanan dari gangguan dan perawatan agar nesting ground tetap aman. Berbagai instansi saling bekerja sama sebagai upaya perlindungan fungsi kawasan koridor seperti di Bogani-Binerean.

Seminar daring ini diselenggarakan Pusat Penelitian Lingkungan Hidup (PPLH) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPB University dan Perkumpulan Mahasiswa Pecinta Alam (Lawalata) IPB University.

Seiring berjalannya waktu, keberadaan maleo (Macrocephalon maleo) semakin terancam. Faktor yang membahayakan keberadaannya di alam adalah adanya ancaman dari predator.

Halaman 1 dari 4
12...4Selanjutnya
Tags: Burung MaleoHari Lingkungan Hidup SeduniaIPB UniversityMacrocephalon maleo
Bagikan9Tweet5KirimKirim
Previous Post

Monumen Alam di Pantai Panoea

Next Post

Spirit Dari Sebutir Telur

Postingan Terkait

Stop Perburuan Paus dan Lumba-lumba

Perburuan Paus, Praktik Grindadráp di Kepulauan Faroe Berbeda dengan Lamalera

15 Juli 2026
Pendekatan Konservasi Integratif Paus Berbasis Kosmologi Masyarakat Adat Lamalera

Konservasi Paus Berkelanjutan di Lamalera Laut Sawu Nusa Tenggara Timur

14 Juli 2026

BRIN Bahas Konservasi Integratif Paus Berbasis Kosmologi Hidup Masyarakat Adat Lamalera

Lamalera Spesialis Menangkap Paus Bergigi, Lamakera Tak Bergigi

Pendekatan Konservasi Integratif Paus Berbasis Kosmologi Masyarakat Adat Lamalera

Kosmologi Penangkapan Paus di Lamalera NTT Selaras dengan Konservasi Integratif

Temuan Peneliti UNG Penderita Diabetes Tak Terkontrol Bisa Sebabkan Kebutaan

Tiga Spesies Baru Kantong Semar di Sulawesi dan Papua Memperkaya Daftar Flora Indonesia

Next Post
Spirit Dari Sebutir Telur

Spirit Dari Sebutir Telur

Komentar tentang post

TERBARU

21 Penyu Hijau Selundupan di Bali Dilepas ke Habitat Aslinya

Mahasiswa KKN Profesi Kesehatan UNG Dingatkan Memberikan Solusi Bagi Masyarakat

448 Mahasiswa KKN UNG Berfokus Turunkan Angka Kematian Ibu dan Anak

Perburuan Paus, Praktik Grindadráp di Kepulauan Faroe Berbeda dengan Lamalera

Konservasi Paus Berkelanjutan di Lamalera Laut Sawu Nusa Tenggara Timur

BRIN Bahas Konservasi Integratif Paus Berbasis Kosmologi Hidup Masyarakat Adat Lamalera

AmsiNews

REKOMENDASI

Nelayan di 26 Desa Pesisir Misool Papua Barat Daya Mendata Hasil Tangkapan Ikan

KNKT Fokus Mencari Kotak Hitam

Eksplorasi Riset Laut Dalam Belum Banyak Dilakukan di Indonesia

1 Januari 2020 Kapal di Perairan Indonesia Wajib Gunakan Bahan Bakar Low Sulfur

Penjaga Pantai Italia Temukan Paus Sirip Panjang 20 Meter

ISKINDO dan World Oceans Day

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.