Perkembangan spesies ini mengalami evolusi dan spesiasi allopatrik. Artinya, spesies yang berasal dari leluhur yang sama, kemudian terjadi penyebaran populasi. Populasi yang baru mengalami isolasi geografi dan isolasi genetik. Akhirnya, menjadi beberapa spesies yang berbeda dengan spesies leluhurnya.
Pulau Sulawesi memiliki luas daratan 187.882 km2, dengan panjang garis pantai 6.000 km. Terdapat hutan konservasi seluas 863.145 ha, hutan lindung 362.041 ha dan hutan produksi 3417 ha.
Biodiversitas Sulawesi terdiri dari mamalia 130 spesies (lebih 80 spesies endemik), burung 420 spesies (127spesies endemik) dan reptil 104 spesies (29 spesies endemik).
Salah satu lokasi yang dapat menggambarkan keanekaragaman hayati ini berada di Taman Nasional (TN) Bogani Nani Wartabone.
Kepala Balai TN Bogani Nani Wartabone, Supriyanto mengatakan, potensi keanekaragaman hayati di dalam kawasan seperti jenis burung ada 206 jenis, mamalia 36 jenis, reptilia 40 jenis reptilia, amfibia 13 jenis, kupu-kupu (Rhopalocera) 200 jenis, Kepik (Hemiptera) 1.395 jenis, laba-laba 128 jenis, capung 16 jenis capung, belalang 19 jenis belalang dan ikan air tawar 25 jenis.
Potensi keanekaragaman tumbuhan terdiri dari vegetasi hutan (pohon, palem, talas dan pandan) 331 jenis, anggrek 58 jenis, bambu 9 jenis, jamur 12 jenis jamur dan terdapat tumbuhan berkhasiat obat sebanyak 124 jenis.





Komentar tentang post