Selasa, Juni 16, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Konservasi

Monumen Alam di Pantai Panoea

redaksi
10 Juni 2020
Kategori : Konservasi, Laporan Khusus
0
Monumen Alam di Pantai Panoea

Pasangan burung maleo (Macrocephalon maleo). FOTO: HANOM BASHARI/EPASS

Sketsa tempat bersarang burung maleo di Panoea. A Uno/TECTONA (1949)

Maleo di Panua bersarang di pantai berpasir. Tapi, tidak semua pantai berpasir akan menjadi tempat peneluran burung maleo, yang datang berpasangan, jantan dan betina.

Secara bergantian pasangan maleo ini menggali lubang yang cukup dalam. Setelah bertelur, sarang akan ditutup. Tak lupa dibuat pula lubang-lubang palsu, untuk mengelabui predator.

Selain di pantai berpasir, maleo bersarang di pinggir sungai dan dalam hutan yang mengandung energi panas bumi.

Pantai berpasir atau yang bercampur tanah tempat bertelur maleo, biasanya dengan suhu yang bervariasi. Suhu maksimal hingga 36 derajat Celcius.

Di Panua, menurut Dr Rodney V. Salm (1984) mangrove sudah dilindungi sejak 1938. Perlindungan kawasan ini dilakukan melalui peraturan bernomor GB 3-11-1938 no 11 Stbl 620.

Cagar Alam Panua tercatat sebagai kawasan konservasi laut (marine conservation) pertama di Teluk Tomini.

Hutan mangrove dan burung maleo sudah menjadi perhatian sejak masa pemerintahan Hindia Belanda. Diusulkan sebagai kawasan lindung pada 1936 dan ditetapkan 1938. Luas kawasan mangrove yang dilindungi 1500 hektare.

Pemerintah Indonesia kemudian menetapkan sebagai kawasan lindung melalui SK Menteri Kehutanan dengan nomor 252/KPTS-II/1984 tertanggal 26 Desember 1984. Selanjutnya, keputusan itu direvisi lagi dengan surat keputusan Menteri Kehutanan nomor 471/KPTS-II/1992 tanggal 22 Mei 1992.

Halaman 2 dari 4
Sebelumnya1234Selanjutnya
Tags: Burung MaleoCagar Alam PanuagorontaloMacrocephalon maleoteluk tomini
Bagikan5Tweet3KirimKirim
Previous Post

2 Tahun Darilaut.id

Next Post

Membahas Maleo di Hari Lingkungan Hidup

Postingan Terkait

Petugas Menangkap Pelaku Pembalakan Liar Hutan Mangrove di Langkat

Burung Indonesia Diseminasi Konservasi Mangrove Pohuwato dan Pameran Produk Ramah Lingkungan

25 April 2026
Percepatan Reviu Zonasi di Kawasan Konservasi Kepulauan Raja Ampat Memastikan Kesesuaian dengan Kebutuhan Masyarakat

Percepatan Reviu Zonasi di Kawasan Konservasi Kepulauan Raja Ampat Memastikan Kesesuaian dengan Kebutuhan Masyarakat

9 April 2026

55 Paus Pilot Sirip Pendek Terdampar di Pantai Rote Ndao, 34 Selamat

Tahun Kuda 2026: Empat Pelajaran Lingkungan yang Dapat Dipelajari Dari Kuda

Pariwisata Berkelanjutan Mendorong Tanggung Jawab dan Konservasi Lingkungan

Bali Ocean Days 2026 Bahas Pengelolaan 7 Cagar Biosfer Kepulauan dan Pesisir di Indonesia

Balai Taman Nasional Bogani Nani Wartabone Menghentikan Pembukaan Jalan dalam Kawasan

Ikan Hulu’u di Danau Limboto Kelompok Giuris, Butuh Rencana Konservasi yang Spesifik

Next Post
Membahas Maleo di Hari Lingkungan Hidup

Membahas Maleo di Hari Lingkungan Hidup

Komentar tentang post

TERBARU

BNPB dan BPBD Masih Mendata Dampak dan Kerusakan Akibat Gempa Kuat M6,7 di Sulawesi Tengah

Gempa Palu M6,7 Berasosiasi Dengan Aktivitas Sesar Palolo

Gempa Sarangani di Mindanao Mengakibatkan Pengangkatan Dasar Laut Hingga Dua Meter

Gempa Dangkal yang Melanda Sulawesi Tengah Akibat Aktivitas Sesar Sausu

Gempa Palu M6,7 Akibat Aktivitas Sesar Aktif

Gempa Kuat dan Merusak yang Mengguncang Palu dan Sigi Dirasakan VI-VII MMI

AmsiNews

REKOMENDASI

LIPI Temukan Spesies Ikan Endemik Baru dari Sungai Mahakam

Misteri Cumi-cumi Raksasa, Panjangnya Lebih Dari 10 Meter

Bibit 93W Berkembang di Samudra Pasifik Barat

Penyu Sisik Betina Ditemukan Berlumuran Minyak di Bintan

Lagi, Penyelundupan Benih Lobster

New York Times Menggugat OpenAI dan Microsoft Karena Pelanggaran Hak Cipta

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.