Saat ini, Cagar Alam Panua, secara administratif berada di Kabupaten Pohuwato. Kawasan ini memiliki luas 45.575 hektare. Membentang dari pantai berhutan mangrove di Desa Maleo sampai Desa Pohuwato terus ke arah pegunungan.
Maleo memiliki ciri yang unik. Di atas kepala burung ini terdapat tonjolan atau jambul keras berwarna hitam. Biasanya betina berukuran lebih kecil dan berwarna lebih kelam dibandingkan dengan jantan.
Telurnya lima kali lebih besar dari telur ayam. Induknya hanya dengan panjang 55 centi meter. Burung ini memiliki bulu hitam, dan ulit sekitar mata berwarna kuning. Iris mata merah kecoklatan, kaki abuabu, paruh jingga dan bulu sisi bawah merah muda keputihan.
Ada dua teori asal usul maleo. Pertama, nenek moyang burung ini berasal dari Australia. Teori kedua, sebelum tiba di Ausralia asal burung ini dari Asia Tenggara.
Tak ada kejelasan mana di antara dua teori itu yang tepat. Yang pasti, dalam berevolusi, maleo Tidak mengerami sendiri telurnya. Burung ini menggunakan bantuan alam untuk menetaskan telur.
Setelah bertelur, pasangan burung maleo akan masuk ke hutan. Telur akan menetas sendiri. Seperti halnya penyu yang bertelur dan membiarkan hingga menjadi tukik.
Tukik dan anak maleo sudah mandiri sejak masih berupa telur. Telur yang ditetaskan menjadi anak maleo, akan berupaya sekuat dan semampu untuk keluar menerobos timbunan pasir atau tanah.





Komentar tentang post