Selasa, Juni 16, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Konservasi

Monumen Alam di Pantai Panoea

redaksi
10 Juni 2020
Kategori : Konservasi, Laporan Khusus
0
Monumen Alam di Pantai Panoea

Pasangan burung maleo (Macrocephalon maleo). FOTO: HANOM BASHARI/EPASS

Saat ini, Cagar Alam Panua, secara administratif berada di Kabupaten Pohuwato. Kawasan ini memiliki luas 45.575 hektare. Membentang dari pantai berhutan mangrove di Desa Maleo sampai Desa Pohuwato terus ke arah pegunungan.

Maleo memiliki ciri yang unik. Di atas kepala burung ini terdapat tonjolan atau jambul keras berwarna hitam. Biasanya betina berukuran lebih kecil dan berwarna lebih kelam dibandingkan dengan jantan.

Telurnya lima kali lebih besar dari telur ayam. Induknya hanya dengan panjang 55 centi meter. Burung ini memiliki bulu hitam, dan ulit sekitar mata berwarna kuning. Iris mata merah kecoklatan, kaki abuabu, paruh jingga dan bulu sisi bawah merah muda keputihan.

Ada dua teori asal usul maleo. Pertama, nenek moyang burung ini berasal dari Australia. Teori kedua, sebelum tiba di Ausralia asal burung ini dari Asia Tenggara.

Tak ada kejelasan mana di antara dua teori itu yang tepat. Yang pasti, dalam berevolusi, maleo Tidak mengerami sendiri telurnya. Burung ini menggunakan bantuan alam untuk menetaskan telur.

Setelah bertelur, pasangan burung maleo akan masuk ke hutan. Telur akan menetas sendiri. Seperti halnya penyu yang bertelur dan membiarkan hingga menjadi tukik.

Tukik dan anak maleo sudah mandiri sejak masih berupa telur. Telur yang ditetaskan menjadi anak maleo, akan berupaya sekuat dan semampu untuk keluar menerobos timbunan pasir atau tanah.

Halaman 3 dari 4
Sebelumnya1234Selanjutnya
Tags: Burung MaleoCagar Alam PanuagorontaloMacrocephalon maleoteluk tomini
Bagikan5Tweet3KirimKirim
Previous Post

2 Tahun Darilaut.id

Next Post

Membahas Maleo di Hari Lingkungan Hidup

Postingan Terkait

Petugas Menangkap Pelaku Pembalakan Liar Hutan Mangrove di Langkat

Burung Indonesia Diseminasi Konservasi Mangrove Pohuwato dan Pameran Produk Ramah Lingkungan

25 April 2026
Percepatan Reviu Zonasi di Kawasan Konservasi Kepulauan Raja Ampat Memastikan Kesesuaian dengan Kebutuhan Masyarakat

Percepatan Reviu Zonasi di Kawasan Konservasi Kepulauan Raja Ampat Memastikan Kesesuaian dengan Kebutuhan Masyarakat

9 April 2026

55 Paus Pilot Sirip Pendek Terdampar di Pantai Rote Ndao, 34 Selamat

Tahun Kuda 2026: Empat Pelajaran Lingkungan yang Dapat Dipelajari Dari Kuda

Pariwisata Berkelanjutan Mendorong Tanggung Jawab dan Konservasi Lingkungan

Bali Ocean Days 2026 Bahas Pengelolaan 7 Cagar Biosfer Kepulauan dan Pesisir di Indonesia

Balai Taman Nasional Bogani Nani Wartabone Menghentikan Pembukaan Jalan dalam Kawasan

Ikan Hulu’u di Danau Limboto Kelompok Giuris, Butuh Rencana Konservasi yang Spesifik

Next Post
Membahas Maleo di Hari Lingkungan Hidup

Membahas Maleo di Hari Lingkungan Hidup

Komentar tentang post

TERBARU

Kabupaten Sigi Paling Terdampak Gempa di Sulawesi Tengah, 1 Orang Tewas dan Lebih Dari 30 Terluka

BNPB dan BPBD Masih Mendata Dampak dan Kerusakan Akibat Gempa Kuat M6,7 di Sulawesi Tengah

Gempa Palu M6,7 Berasosiasi Dengan Aktivitas Sesar Palolo

Gempa Sarangani di Mindanao Mengakibatkan Pengangkatan Dasar Laut Hingga Dua Meter

Gempa Dangkal yang Melanda Sulawesi Tengah Akibat Aktivitas Sesar Sausu

Gempa Palu M6,7 Akibat Aktivitas Sesar Aktif

AmsiNews

REKOMENDASI

Banjir Menyebabkan Dua Orang Meninggal Dunia di Pasuruan

Sri Lanka Minta Bantuan Internasional, Badai Siklon Ditwah Menewaskan 366 Orang

MK Putuskan Pemilu 5 Kotak Tidak Berlaku, Mulai 2029 Nasional dan Lokal Terpisah

Mengubah Ikonis Gunung Bromo Menjadi Astrofotografi Kelas Dunia

Teliti Dampak Sosial Konservasi Laut Dosen Universitas Negeri Papua Terima Hibah US$ 150 Ribu

Potensi Wisata Teluk Liana Banggai

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.