Senin, November 2, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Konservasi

Perjalanan Konservasi Maleo di Taman Nasional Bogani Nani Wartabone

redaksi
10 Juni 2020
Kategori : Konservasi, Laporan Khusus
0
Perjalanan Konservasi Maleo di Taman Nasional Bogani Nani Wartabone

Protected Area Specialist EPASS (Enhancing Protected Area System in Sulawesi)- project Bogani Nani Wartabone, Hanom Bashari. FOTO: ISTIMEWA

1982. Kawasan ini dideklarasikan sebagai Taman Nasional Dumoga Bone, melalui Kongres Taman Nasional Sedunia ke-tiga di Bali. Hal ini tertuang dalam Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor: 736/Mentan/X/1982.

1984. Peneliti asal Belanda Max Ziren dan Rene W.R.J. Dekker, memulai rangkaian kajian bio-ekologi maleo di Tambun, Muara Pusian, dan Tumokang – termasuk beberapa lokasi lain di luar kawasan taman nasional. Dekker juga melakukan penilaian lokasi-lokasi peneluran maleo di Sulawesi.

1985. Hatchery pertama dibangun dan digunakan oleh Balai Taman Nasional di tiga lokasi: Tambun, Muara Pusian, dan Tumokang.

1990. Peneliti asal Belanda Marc Argeloo, melakukan telaah distribusi dan populasi maleo di Sulawesi Utara dan juga penggunaan hatchery di Tambun dan Tumokang.

1993. Nama Taman Nasional Dumoga Bone menjadi Taman Nasional Bogani Nani Wartabone. Ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan Nomor: 724/KPTS-II/93.

1994. The International Union for Conservation of Nature (IUCN) atau Uni Internasional untuk Konservasi Alam, dalam Daftar Merah (Red List) memberikan status keterancaman global maleo sebagai rentan (VU).

1999. Maleo ditetapkan sebagai salah satu satwa dilindungi secara nasional berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 7 tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa.

Halaman 2 dari 5
Sebelumnya123...5Selanjutnya
Tags: Burung MaleoMacrocephalon maleoSulawesi
Bagikan10Tweet4KirimKirim
Previous Post

Spirit Dari Sebutir Telur

Next Post

Kakek Sandiaga Uno Konservasionis Pertama Burung Maleo

Postingan Terkait

Mengurai Karbon Biru di Ekosistem Mangrove dan Lamun

Peneliti Temukan Laju Kehilangan Mangrove Global Melambat

20 September 2026
Kearifan Lokal Raja Ampat Diwariskan Untuk Menjaga Kelestarian Pesisir dan Laut

Kearifan Lokal Raja Ampat Diwariskan Untuk Menjaga Kelestarian Pesisir dan Laut

16 September 2026

Aplikasi Semi-Digital untuk Monitoring Penyu

Kawasan Konservasi Perairan Maluku Capai 4,3 Juta Hektare

Perburuan Paus, Praktik Grindadráp di Kepulauan Faroe Berbeda dengan Lamalera

Konservasi Paus Berkelanjutan di Lamalera Laut Sawu Nusa Tenggara Timur

BRIN Bahas Konservasi Integratif Paus Berbasis Kosmologi Hidup Masyarakat Adat Lamalera

Lamalera Spesialis Menangkap Paus Bergigi, Lamakera Tak Bergigi

Next Post
Kakek Sandiaga Uno Konservasionis Pertama Burung Maleo

Kakek Sandiaga Uno Konservasionis Pertama Burung Maleo

Komentar tentang post

TERBARU

Sedimen dari Sungai Mekong Mengalir ke Pesisir Vietnam

World Tsunami Awareness Day: Kisah-kisah Pembelajaran Menghadapi Tsunami

AMSI Mendorong Transformasi Bisnis Media

Tenaga Kependidikan UNG Diingatkan Tuntaskan Target Kinerja

770 Juta Orang Tinggal di Wilayah Pesisir, Rentan Naiknya Permukaan Laut

New York Beradaptasi dengan Perubahan Iklim, Membangun Penghalang di Sepanjang Garis Pantai

AmsiNews

REKOMENDASI

3 Kapal Perintis Angkut Pelajar dan Mahasiswa ke Jayapura

Meal Plans of the Pros How Nutrition Varies Between Leagues

Badai Tropis Parah Bebinca Mendekati Kepulauan Ryukyu Jepang

Inflasi Kota Gorontalo Maret 2025 Sebesar 0,8 Persen

Edukasi Indikator Kerja Paksa dan Perdagangan Orang Bagi Taruna Perikanan

La Nina Lemah Meningkatkan Volume Hujan Tahun Ini

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.