Acara ini dihadiri sedikitnya 60 peserta perwakilan dari lembaga Masyarakat sipil, media dan Kedutaan Besar serta pers mahasiswa baik daring melalui zoom maupun luring.
Direktur LBH Pers, Mustafa menyampaikan dalam sambutannya bahwa Annual Report tahun 2025 ini sebagai bagian dari laporan kondisi kemerdekaan Pers, kebebasan berekspresi di Indonesia yang juga sekaligus merupakan pertanggungjawaban kepada Publik.
“Tajuk Bayang-bayang di Balik Teror tak Terurai merupakan refleksi dari kerja-kerja advokasi, pendampingan kasus dan juga kampanye publik pada praktik kekerasan terhadap jurnalis dan Perusahaan media, merespon sejumlah kebijakan Publik yang jalan di tempat dan tidak menemukan titik terang hingga saat ini,” ujar Mustafa.
Penanggung jawab penyusunan Annual Report, Wildanu Syahril Guntur, menjelaskab bahwa Laporan Tahunan yang substansinya memuat (1) Data Laporan Kekerasan Jurnalis; (2) Data Laporan Pengaduan melalui Website LBH Pers (lapor.lbhpers.org.); (3) Advokasi Kemerdekaan Pers dan Ketenagakerjaan Jurnalis; (4) Advokasi Kebijakan Publik; dan (5) Proyeksi Kemerdekaan Pers, Kebebasan Berekspresi dan digital sepanjang tahun 2026.
“Kasus kekerasan yang berulang dalam penanganan aksi. Pengabaian terhadap pola-pola yang serupa di kasus kekerasan,” ujarnya.




