Ketika gas mencapai air itu mengembang menjadi uap air, menciptakan lebih banyak tekanan.
Pakar gunung berapi Ray Cas dari Monash University di Australia mengatakan intensitas ledakan menunjukkan sejumlah besar gas telah naik ke ventilasi.
Menurut Ray Cas tsunami bisa saja dipicu oleh gelombang kejut yang merambat melalui air. Tetapi kemungkinan besar sebagian besar oleh tanah longsor bawah laut dari bangunan vulkanik yang dipicu oleh letusan eksplosif.
Gunung berapi setinggi 1.800 meter ini hampir seluruhnya terendam di bawah permukaan laut, tepi kawahnya membentuk pulau tak berpenghuni.
Letusannya mencapai jarak 9.000 kilometer dari sumbernya. Menurut ahli geologi yang berbasis di Paris, Raphael Grandin, ledakan terakhir yang terdengar pada jarak seperti itu yang ketika gunung Krakatau di Indonesia meletus pada tahun 1883 dan menewaskan 36.000 orang.
Sumber: Phys.org





Komentar tentang post