Karena itu, ”kami berharap pencarian tetap dilanjutkan,” ujar Ihwan, kalau ada keluarga yang datang untuk melapor pasti akan menyampaikan kepada pemerintah untuk melakukan pencarian kembali.
Meskipun jasad itu sudah lama, upaya pencarian korban akan terus dilakukan warga dan keluarga.
Ihwan mengatakan sejak informasi kejadian longsor tersebut, sejak hari Minggu (7/7) masyarakat membantu logistik dan kelancaran pencarian oleh tim SAR gabungan.
Ihwan juga membenarkan korban tambang tersebut bukan hanya warga setempat. Ada yang dari Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara.
Korban ini tidak datang begitu saja. Di antara penambang tersebut ada yang memang dipanggil untuk menambang di lokasi tersebut. Selain itu, banyak tenaga kerja warga setempat.
”Kami akan lakukan pencarian di sungai dan lokasi tambang, itu masyarakat kami dan harus dilakukan,” ujarnya.
Hingga Jumat malam, pukul 19.00 Wita, total jumlah korban yang tercatat di Posko Pendataan Korban Bencana Longsor Tambang Emas Tulabolo sebanyak 325 orang. Korban selamat berjumlah 285 orang, dalam pencarian 19 orang, meninggal dunia 26 orang.
Sesuai dengan hasil kesepakatan dalam rapat bersama, operasi SAR resmi ditutup Sabtu hari ini.




