Keberadaan mangrove di kawasan pesisir dapat meningkatkan resiliensi masyarakat pesisir terhadap dampak perubahan iklim dan melindungi pantai dari abrasi. Mangrove juga berperan dalam menyerap karbon dari atmosfer dan lautan yang disebut juga blue carbon.
Karbon tersebut dapat tersimpan hingga ribuan tahun. Untuk itu, potensi serapan karbon ekosistem pesisir diprediksi melebihi kemampuan hutan tropis di daratan.
Pantai Cemoro Sewu
Sementara itu, mengutip Itb.ac.id, mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) yang tergabung dalam Tim Peduli Pesisir melakukan pengabdian masyarakat di Kelurahan Degayu.
Mahasiswa ini melakukan penanaman 300 bibit mangrove jenis Rhizophora dan 100 bibit mangrove jenis Bruguiera di Pantai Cemoro Sewu, Kota Pekalongan, Jumat (17/6).
Keberadaan mangrove sebagai benteng alami untuk mengurangi dampak banjir rob yang melanda pesisir utara Kota Batik tersebut.
Hutan mangrove di Indonesia merupakan yang terbesar di dunia. Namun, tiap harinya kerusakan hutan mangrove luasnya mencapai 700 hektare.
Hal ini disebabkan karena adanya alih fungsi lahan, abrasi, dan eksploitasi kayu yang berlebihan.
Pada Jumat (24/6), Tim Peduli Pesisir juga menlakukan kegiatan pelatihan pembuatan alat desalinasi dan filtrasi air laut serta sosialisasi adaptasi masyarakat dalam menghadapi banjir rob di Pekalongan Utara.





Komentar tentang post