Seiring naiknya suhu, danau-danau baru terbentuk, danau yang sudah ada meluas dan terkadang menyatu, sehingga meningkatkan potensi volume banjir di kawasan pegunungan tinggi.
Pada tahun 2018, ICIMOD merilis laporan mengenai status danau glasial di wilayah Hindu Kush Himalaya (HKH) yang memetakan dan mengklasifikasikan lebih dari 25.000 danau glasial di lima daerah aliran sungai utama yang tersebar di wilayah tersebut.
Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) akan terus bekerja sama dengan para anggota dan mitranya, termasuk ICIMOD, untuk memperkuat keterkaitan ini di seluruh wilayah Hindu Kush Himalaya.
Mengatasi kesenjangan yang signifikan dalam hal pemantauan dan peringatan dini di wilayah pegunungan yang rentan memerlukan investasi berkelanjutan. Mekanisme pendanaan seperti Systematic Observations Financing Facility dan WMO Commons dapat membantu memperkuat sistem dasar pemantauan, pertukaran data, dan prakiraan yang menjadi landasan bagi peringatan dini yang efektif.
Pada tanggal 26 Agustus 2026, banjir bandang dilaporkan dipicu oleh peristiwa Glacial Lake Outburst Flood (GLOF)—banjir akibat jebolnya danau glasial—di Nepal yang telah menyebabkan kerusakan signifikan di Distrik Rasuwa.

Mekanisme Berbeda
Mekanisme kejadian ini berbeda dari banjir akibat luapan danau glasial (glacial lake outburst floods) yang dipelajari peneliti iklim Dr. Dipesh Chapagain dan rekan-rekannya di program Global Mountain Safeguard Research (GLOMOS) di wilayah Hindu Kush Himalaya. GLOMOS merupakan bagian dari Institut Lingkungan dan Keamanan Manusia UNU.



