Sabtu, Agustus 29, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Mekanisme Peristiwa Bencana Luar Biasa di Perbatasan Nepal-Tibet Berbeda dengan Jebolnya Danau Glasial

redaksi
29 Agustus 2026
Kategori : Berita, Iklim
0
Mekanisme Peristiwa Bencana Luar Biasa di Perbatasan Nepal-Tibet Berbeda dengan Jebolnya Danau Glasial

Gambar satelit sebelum dan setelah bencana banjir dahsyat dan tanah longsor pada 26 Agustus 2026 di perbatasan Nepal dan Tibet, Cina. GAMBAR: COPERNICUS EU/WMO

Penelitian terbaru mereka menganalisis 493 kejadian banjir semacam itu, mulai dari catatan paling awal yang tersedia hingga tahun 2024. Hasilnya menunjukkan bahwa frekuensi kejadian ini meningkat sekitar lima kali lipat sejak tahun 1950, naik dari rata-rata sekitar tujuh kejadian per dekade menjadi 34 kejadian.

Banjir semacam itu biasanya terjadi ketika air lelehan terkumpul di danau-danau di sekitar gletser yang menyusut, sering kali tertahan oleh es yang tidak stabil atau tumpukan batu dan sedimen yang lepas. Ketika bendungan alami tersebut jebol, air dalam volume sangat besar dapat terlepas hampir seketika.

Bencana hari Rabu tampaknya melibatkan rangkaian peristiwa yang berbeda.

“Kali ini, tahapan perantara tersebut tidak terjadi,” ujar Dr. Chapagain kepada UN News.

Alih-alih danau glasial yang jebol, batu dan es runtuh dari lereng gunung dan memicu aliran deras di bawahnya. Para peneliti sedang menyelidiki apakah material runtuhan tersebut sempat membendung sungai untuk sementara waktu sebelum akhirnya jebol—sebuah skenario yang menurut Dr. Chapagain belum dapat dipastikan kebenarannya.

Bagi para ilmuwan, perbedaan ini penting. Di wilayah hilir, dampaknya bisa terlihat sangat mirip dan menakutkan: air, es, dan material runtuhan dalam volume besar meluap dengan peringatan minim menuju lembah sempit yang berpenghuni.

Halaman 3 dari 5
Sebelumnya12345Selanjutnya
Tags: Banjir HimalayaBanjir NepalEkosistem Pegunungan HimalayaGletser HimalayaTibetWMO
BagikanTweetKirimKirim
Previous Post

Banjir Mematikan di Himalaya: Struktur Es Berubah, Gletser Runtuh dan Lereng Gunung Ambruk

Postingan Terkait

Banjir Mematikan di Himalaya: Struktur Es Berubah, Gletser Runtuh dan Lereng Gunung Ambruk

Banjir Mematikan di Himalaya: Struktur Es Berubah, Gletser Runtuh dan Lereng Gunung Ambruk

29 Agustus 2026
Ilmuwan Sedang Menyelidiki Apakah Tragedi Banjir Dahsyat di Nepal Dipicu Longsoran Es dan Batuan

Ilmuwan Sedang Menyelidiki Apakah Tragedi Banjir Dahsyat di Nepal Dipicu Longsoran Es dan Batuan

29 Agustus 2026

Uji Coba Nuklir Telah Dilakukan Lebih Dari 2.000 Kali

Uji Coba Nuklir Tidak Membuktikan Kekuatan

Teknik Sipil UNG Raih Akreditasi Unggul

Fakultas Ilmu Pendidikan UNG Perluas Akses Pendidikan di Bolaang Mongondow Utara

5 Orang Tewas dan 558 Hilang di Tibet Akibat Dampak Luar Biasa Bencana Ekosistem Pegunungan Himalaya

538 Orang Tewas di Nepal Akibat Dampak Luar Biasa Bencana Ekosistem Pegunungan Himalaya

TERBARU

Mekanisme Peristiwa Bencana Luar Biasa di Perbatasan Nepal-Tibet Berbeda dengan Jebolnya Danau Glasial

Banjir Mematikan di Himalaya: Struktur Es Berubah, Gletser Runtuh dan Lereng Gunung Ambruk

Ilmuwan Sedang Menyelidiki Apakah Tragedi Banjir Dahsyat di Nepal Dipicu Longsoran Es dan Batuan

Uji Coba Nuklir Telah Dilakukan Lebih Dari 2.000 Kali

Uji Coba Nuklir Tidak Membuktikan Kekuatan

Teknik Sipil UNG Raih Akreditasi Unggul

AmsiNews

REKOMENDASI

KKP Ekspor Hasil Perikanan ke Berbagai Negara

Survei Kelautan Pencarian Kapal MV Nur Allya di Laut Halmahera

Prof. Reza: Mikroplastik Membawa Berbagai Zat Berbahaya

Penundaan Penerbangan dan Libur Sekolah Masih Berlaku di Taiwan

Undip dan Ahli Cetacea Jepang Teliti Pola Migrasi Paus di NTT

Kapal Tol Laut Tahun 2023 Bertambah Menjadi 39 Trayek

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.