Diperkirakan antara 33 persen dan 96 persen di antaranya dapat dipulihkan.
Solusinya memerlukan inovasi —tidak hanya dalam bidang teknologi, namun juga dalam cara kerja. Hal ini memerlukan kerja sama di dalam dan lintas sektor yang mungkin tidak pernah bekerja sama secara tradisional.
Dalam laporan “Our Phosphorus Future” menyerukan pengurangan 50 persen polusi fosfor global, ditambah dengan peningkatan 50 persen dalam daur ulang fosfor yang hilang dalam residu dan air limbah pada tahun 2050.
Laporan tersebut, antara lain menjelaskan bahwa hal ini akan meningkatkan ketahanan pangan dan meningkatkan kualitas air, dan manfaat lainnya.
Bagaimana UNEP mengatasi polusi fosfor? UNEP menjadi tuan rumah Kemitraan Global dalam Pengelolaan Gizi, yang diluncurkan pada tahun 2009. Kemitraan ini mempromosikan pengelolaan nutrisi yang efektif, khususnya nitrogen dan fosfor, untuk mencapai ketahanan pangan dan melindungi lingkungan.
Upaya UNEP untuk mengendalikan dampak fosfor terhadap lingkungan terjadi di tengah upaya global yang lebih luas untuk mengendalikan polusi, yang mendapat dorongan pada tahun lalu melalui Kerangka Kerja Global tentang Bahan Kimia (Global Framework on Chemicals).
Kerangka kerja ini menetapkan peta jalan untuk melindungi manusia dan bumi dari bahan kimia dan limbah berbahaya.




