Terdapat kesalahpahaman umum bahwa semakin banyak pupuk berbasis fosfor yang digunakan, maka hasil panen akan semakin meningkat. Hal ini belum tentu benar.
Kuncinya adalah menggunakan jumlah yang tepat, sehingga tanaman tetap tumbuh subur dan lingkungan tidak terlalu menderita.
Dengan demikian, manusia dapat menggunakan fosfor secara lebih berkelanjutan. Perubahan dalam praktik pertanian dapat membantu mengurangi polusi fosfor.
Sebagai contoh, penggunaan pupuk kandang, dapat mengurangi kebutuhan akan pupuk berbahan dasar fosfor.
Petani juga dapat menanam tanaman penutup tanah dan menghindari pengolahan tanah, yang akan meningkatkan kesehatan tanah dan mengurangi kebutuhan akan pupuk.
Praktik-praktik ini harus menjadi bagian dari peralihan yang lebih besar menuju pertanian regeneratif. Dengan pendekatan pertanian yang lebih ramah lingkungan, akan meningkatkan kesehatan tanah dan menjaga keanekaragaman hayati.
Selain itu, pupuk sintetis hanya boleh digunakan pada saat tanaman paling membutuhkan fosfor. Sektor peternakan juga harus mencari cara untuk memperoleh kembali fosfor dari pupuk kandang.
Untuk itu, negara-negara perlu melakukan upaya yang lebih baik dalam mengolah air limbah. Secara global, sekitar 80 persen dari seluruh air limbah dibuang tanpa pengolahan, sehingga membuang sekitar 3 juta ton fosfor ke lingkungan setiap tahunnya.




