Hasil bidikan spektakuler dengan berbagai fitur inilah yang menjadikan Gunung Bromo ditetapkan sebagai salah satu tujuan teratas bagi para pelancong, pengamat bintang dan astrofotografer.
Hingga saat ini astrofotografi hujan meteor Eta Aquarid bidikan Justin masih terus digunakan situs berita luar angkasa, seperti Earthsky.org dan Space.com.
Awal Mei tahun ini, puncak hujan meteor Eta Aquarid. Foto Justin yang mengabadikan meteor Eta Aquarid di langit yang cerah dengan latar (foreground) Gunung Bromo di Jawa Timur terlihat kembali.
Gunung Bromo bukan hanya destinasi wisata sunrise, berangkat ke lokasi malam hari dan balik esok harinya. Destinasi Gunung Bromo telah tercatat sebagai lokasi astrofotografi kelas dunia.
Sebagai lokasi astrofotografi, inilah saatnya kembali dapat mengamati hujan meteor Eta Aquarid yang terbaik. Puncak hujan meteor Eta Aquarid ini berlangsung Jumat tanggal 6 dan Sabtu 7 Mei. Waktu terbaik untuk pengamatan pada dini hari.
Secara singkat, Eta Aquarid aktif dan bisa disaksikan sejak 19 April hingga 28 Mei, setiap tahunnya. Namun, puncaknya di awal Mei yang banyak menarik pengamat bintang dan astrofotografer.
Puluhan meteor dapat disaksikan saat puncak tersebut. Posisi meteor ini memancarkan cahaya dari arah konstelasi Aquarius.





Komentar tentang post