Senin, Maret 16, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Menko Maritim: Potensi Laut Dapat Dimanfaatkan dengan Data Akurat

redaksi
15 Agustus 2018
Kategori : Berita
0
Menko Maritim: Potensi Laut Dapat Dimanfaatkan dengan Data Akurat

Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan. FOTO: MARITIM.GO.ID

Jakarta – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, banyak potensi laut Indonesia yang bisa dimanfaatkan dengan bantuan data yang akurat dan dapat dipertanggung jawabkan.

“Banyak yang belum mengerti bagaimana pentingnya laut itu, laut adalah masa depan kita,” kata Menko Luhut dalam sambutan peluncuran rujukan nasional data kewilayahan Indonesia di Gedung Arsip Nasional, Jakarta, Jumat pekan lalu.

Menurut Luhut, masih banyak orang yang belum menyadari pentingnya peta kelautan bagi Indonesia. Selama ini kita belum memiliki data yang lengkap mengenai pemetaan di laut. Contoh kejadian di Raja Ampat, mereka menyalahkan kita. “Tapi sekarang dengan diluncurkannya (data kewilayahan) kita telah memiliki data yang lengkap. Data itu menjadi suatu power yang penting,” ujar Menko Maritim.

Karena itu, Menko Maritim mendorong pemetaan yang detail mengenai pulau, bekerja sama dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang, untuk memetakan pulau-pulau kita yang terluar. Yang perlu dilakukan juga adalah memetakan kekayaan sumberdaya alam.

Melalui beberapa diskusi dengan para ahli, terungkap bahwa laut masih banyak menyimpan berbagai potensi sumber daya alam. Negara Eropa mengajak kerja sama untuk mengelola sea bed mining, ada perusahaan Jepang yang ingin bekerjasama untuk drilling di Natuna. Tapi mereka minta jaminan keamanan.

“Saya katakan ke mereka, ini ZEE (Zona Ekonomi Ekslusif) kita dan kita juga harus memperkuat aparat penegak hukum kita di laut,” ujarnya.

Menko Luhut mengatakan, pentingnya Indonesia memiliki data yang valid agar bisa dipertanggungjawabkan. Ekonomi Indonesia sangat bagus, dengan pertumbuhan di 5,72 persen, inflasi juga tidak terlalu tinggi. GDP Indonesia 1,2 triliun USD.

Dari semua data itu, menunjukkan indikasi bahwa perekonomian Indonesia bagus, tingkat kemiskinan menurun pertama kali sepanjang sejarah, di bawah 10 persen. Jadi kalau ada yang bilang orang miskin kita lebih dari 100 juta, itu mimpi. Karenanya, data itu sangat penting.

Angka Rujukan

Angka rujukan yang dikerjakan sejak tahun 2015 oleh Badan Informasi Geospasial (BIG) dan Pusat Hidrografi dan Oseanografi (Pushidros) TNI AL melalui kajian teknis dengan menggunakan best available data dan dengan metode teknis mutakhir. Hal ini untuk memperoleh data rujukan nasional dan dapat dipertanggungjawabkan. Sebelumnya belum pernah ada angka kewilayahan yang bisa digunakan sebagai rujukan resmi yang bisa dipakai secara nasional.

Menko Luhut mengingatkan arti penting keberadaan lembaga seperti Badan Informasi Geospasial dan Pushidros TNI AL. Karena luasnya wilayah negara ini dengan ribuan pulau, ada wacana untuk meningkatkan kapasitas kelembagaan di bidang ini menjadi setingkat kementerian. Hal ini agar mempermudah tugas pokok dan fungsinya dalam menyediakan data-data yang akurat dan dapat dipertanggung jawabkan di bidang informasi geospasial kelautan.

”Kita ini negara besar, makanya harus diimbangi dengan kemampuan tadi, yaitu mengenai data kita, jadi kalau tanpa data bagaimana kita mau bicara mengenai kehebatan bangsa kita,” ujar Luhut.

Rujukan Nasional Data Kewilayahan Republik Indonesia yaitu;

1. Luas perairan pedalaman dan perairan kepulauan Indonesia adalah 3.110.000 km2;

2. Luas laut teritorial Indonesia adalah 290.000 km2;

3. Luas zona tambahan Indonesia adalah 270.000 km2;

4. Luas zona ekonomi eksklusif Indonesia adalah 3.000.000 km2;

5. Luas landas kontinen Indonesia adalah 2.800.000 km2;

6. Luas total perairan Indonesia adalah 6.400.000 km2;

7. Luas NKRI (darat + perairan) adalah 8.300.000 km2;

8. Panjang garis pantai Indonesia adalah 108.000 km;

9. Jumlah pulau di Indonesia kurang lebih 17.504, dan yang sudah dibakukan dan disubmisi ke PBB adalah sejumlah 16.056 pulau.*

Sumber: maritim.go.id

 

Tags: Menko MaritimPeta
Bagikan5Tweet3KirimKirim
Previous Post

Menangani Sampah Plastik pada Ekosistem Mangrove

Next Post

Memotret Sampah Plastik di Muara Angke

Postingan Terkait

Tinggi Hilal Saat Matahari Terbenam 19 Maret 2026

Tinggi Hilal Saat Matahari Terbenam 19 Maret 2026

15 Maret 2026
29 Maret 2025 Sidang Penetapan Awal Syawal 1446 H

Sidang Isbat 1 Syawal Pada 19 Maret 2026

15 Maret 2026

Perkuat Ekosistem Riset BRIN Buka Pendaftaran Beasiswa Doctor by Research

UNEP: Konflik Timur Tengah Menyebabkan Kerusakan Lingkungan yang Meluas

55 Paus Pilot Sirip Pendek Terdampar di Pantai Rote Ndao, 34 Selamat

Krisis Timur Tengah, PBB:  Akses Makanan, Air dan Pendidikan Terganggu

Sekjen PBB Mengutuk Eskalasi Militer di Timur Tengah

Waspada Kondisi Cuaca Saat Mudik Lebaran

Next Post
Memotret Sampah Plastik di Muara Angke

Memotret Sampah Plastik di Muara Angke

Komentar tentang post

TERBARU

Tinggi Hilal Saat Matahari Terbenam 19 Maret 2026

Sidang Isbat 1 Syawal Pada 19 Maret 2026

Perkuat Ekosistem Riset BRIN Buka Pendaftaran Beasiswa Doctor by Research

UNEP: Konflik Timur Tengah Menyebabkan Kerusakan Lingkungan yang Meluas

55 Paus Pilot Sirip Pendek Terdampar di Pantai Rote Ndao, 34 Selamat

Krisis Timur Tengah, PBB:  Akses Makanan, Air dan Pendidikan Terganggu

AmsiNews

REKOMENDASI

KPU Kabupaten Gorontalo Antisipasi Massa Saat Pendaftaran Pasangan Calon

BPKP Goes to Campus Bersama Mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo

Hong Kong Mewaspadai Mpox, Tahun Ini Tercatat 12 Kasus

Dewan Pers dan Komnas HAM Perkuat Perlindungan Jurnalis

Gempa Kuat Kembali Mengguncang Majene

Laju Deforestasi Indonesia Turun 8,4% di Tahun 2021-2022

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.