“Kedaulatan dan wilayah teritori Indonesia tidak dapat ditawar oleh siapapun juga, kapanpun juga,” katanya.
Indonesia, menurut Retno, akan terus melawan negara asing yang secara jelas-jelas memberikan dukungan terhadap gerakan separatisme di Indonesia, karena hal ini jelas bertentangan dengan hukum internasional dan prinsip Piagam PBB.
Ketiga, Indonesia akan terus mengarusutamakan isu yang menjadi aset bangsa, termasuk kemajemukan, demokrasi, toleransi dan pemberdayaan perempuan.
Menurut Retno, kekuatan besar dunia terus berupaya meningkatkan pengaruh di kawasan. Distrust menyebabkan penghalang terciptanya lingkungan yang kondusif.
Dalam suasana seperti ini, Indonesia mengajukan konsep Indo-Pasifik. Indonesia mengharapkan stabilitas, habit of dialogue, kerja sama, penghormatan terhadap aturan internasional tetap dijunjung tinggi di kawasan Indo-Pasifik.
Menlu mengatakan, rivalitas kekuatan sudah seharusnya dikonversi menjadi kerja sama. Indonesia akan terus mendorong ASEAN untuk memainkan peran sentral dalam memajukan stabilitas, perdamaian dan kesejahteraan di kawasan Indo-Pasifik.
Menurut Retno, ASEAN harus terus melakukan disruptive innovation, untuk keluar dari zona nyaman, agar tetap relevan menjawab tantangan saat ini. Dengan komitmen tersebut, Para pemimpin ASEAN telah meng-adopsi ASEAN Outlook on the Indo-Pacific, sebagai pegangan bagi ASEAN untuk melakukan engagement di Indo-Pacific. Outlook ini sifatnya inklusif dan terbuka bagi kerja sama dengan semua pihak.





Komentar tentang post