Sebagian besar responden merupakan pekerja dan pelajar bekerja didominasi oleh responden yang berasal dari pulau Jawa.
Berdasarkan latar belakang pendidikan, survei diikuti oleh responden yang berpendidikan mulai dari SMP hingga pascasarjana. Sebagian besar responden berpendidikan tinggi diploma ke atas yaitu 61,39 persen (2365 orang), 37,61 persen responden berpendidikan SMA dan hanya 1,01 persen berpendidikan SMP.
Temuan survei
Hasil analisis data menunjukkan secara keseluruhan latar belakang pendidikan, jenis kelamin dan kegiatan responden tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap keputusan untuk mudik ataupun tidak. Dari hasil survei, sebesar 56,22 persen responden menjawab tidak akan mudik termasuk di dalamnya 20, 98 persen masih dalam tahap berencana untuk membatalkan mudik. Meskipun demikian, persentase masyarakat yang mudik dinilai masih tinggi di angka 43,78 persen.
Sebagian besar responden tidak mudik disebabkan oleh kegiatan sekolah dan wirausaha. Sementara itu, 69,06 persen responden memutuskan untuk mudik terkait dengan keperluan Idul Fitri dan akan berangkat pada waktu cuti bersama Idul Fitri dan setelah Idul Fitri. Pilihan moda transportasi yang utama adalah mobil pribadi (42,86 persen), pesawat (29,22 persen), dan kereta api (12,86 persen).





Komentar tentang post