Senin, April 20, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Pantai Sepi, Jutaan Telur Penyu Lekang Menetas di India

redaksi
17 Mei 2020
Kategori : Berita, Biota Eksotis
0
Pantai Sepi, Jutaan Telur Penyu Lekang Menetas di India

Jutaan telur penyu lekang menetas menjadi tukik, di pantai Rushikulya, negara bagian Odisha, India. Potongan video BBC News Indonesia

Darilaut – Setelah masa 45 hari di dalam pasir, jutaan telur penyu menetas menjadi tukik, di pantai Rushikulya, negara bagian Odisha, India.

Dalam video yang disiarkan BBC News Indonesia, tukik (anak penyu) ini jenis penyu lekang (Olive Ridley).

Menurut peneliti, telur penyu yang menetas tahun ini jauh lebih banyak. Hal ini terjadi karena pantai yang lebih sepi dan kurangnya polusi akibat karantina wilayah untuk membendung virus corona, Covid-19.

Penyu lekang dengan nama ilmiah Lepidochelys olivacae, memiliki corak mirip dengan penyu hijau. Bedanya, kepala penyu lekang lebih besar. Bentuk karapas bersudut dan langsing.

Warna tubuh penyu lekang hijau pudar. Terdapat 5 buah atau lebih sisik lateral di sisi sampingnya.

Dari 7 jenis penyu yang ada, penyu lekang yang paling kecil. Penyu lekang memangsa kepiting, kerang, udang dan kerang remis.

Badan konservasi dunia IUCN (The International Union for Conservation of Nature, Uni Internasional untuk Konservasi Alam) memasukan penyu lekang dalam Red List terancam punah.

Sesuai dengan CITES (Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora, Konvensi Perdagangan Internasional Spesies Flora dan Fauna Yang Terancam Punah), semua jenis penyu laut telah dimasukan dalam apendiks I. Artinya, perdagangan internasional untuk tujuan komersil dilarang.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: IndiaIUCNpenyu lekang
Bagikan7Tweet4KirimKirim
Previous Post

Mendebarkan, Pengayuh Kayak Dikelilingi 3 Paus Pembunuh di Perairan Sakhalin

Next Post

Kembali Berlayar, Pelni Siap Angkut Penumpang

Postingan Terkait

BMKG: Tinggi Gelombang Capai 2,5 Meter

Banjir Rob Disertai Gelombang Tinggi Menghantam Banggai Laut

20 April 2026
Daya Tampung UTBK – SNBT di Universitas Negeri Gorontalo 3063 Kursi

UNG Dorong Mahasiswa Lulus Tanpa Skripsi dengan Syarat Menghasilkan Karya Setara Tugas Akhir

19 April 2026

Tuna Sirip Biru Terjual Rp 3,9 Juta Per Kilogram di Yilan Taiwan

Peneliti UNG Publikasikan Kompetensi Penerjemah di Jurnal Terindeks Scopus Q1

Gempa M5,8 Terletak Selatan Bone Bolango Laut Maluku

Nelayan dan Warga Bersih Pantai di Pesisir Bone Bolango, Teluk Tomini

Tahun 2026 UNG Targetkan 55 Persen Program Studi Terakreditasi “Unggul”

Eutrofikasi di Teluk Jakarta Sangat Tinggi Secara Global

Next Post
Kembali Berlayar, Pelni Siap Angkut Penumpang

Kembali Berlayar, Pelni Siap Angkut Penumpang

Komentar tentang post

TERBARU

Banjir Rob Disertai Gelombang Tinggi Menghantam Banggai Laut

UNG Dorong Mahasiswa Lulus Tanpa Skripsi dengan Syarat Menghasilkan Karya Setara Tugas Akhir

Tuna Sirip Biru Terjual Rp 3,9 Juta Per Kilogram di Yilan Taiwan

Peneliti UNG Publikasikan Kompetensi Penerjemah di Jurnal Terindeks Scopus Q1

Gempa M5,8 Terletak Selatan Bone Bolango Laut Maluku

Nelayan dan Warga Bersih Pantai di Pesisir Bone Bolango, Teluk Tomini

AmsiNews

REKOMENDASI

Pamali Gurita dan Menabung Lobster di Kepulauan Aru

Catatan Ekspedisi di Kaledonia Baru

Topan Khanun Bertahan di Laut Cina Timur, Selajutnya Akan Bergerak ke Timur-Timur Laut

Longsor di Luwu Menewaskan 4 Warga, Banjir Melanda Sejumlah Wilayah di Kalimantan

Otoritas Kesehatan India Laporkan Kasus Infeksi Virus Nipah ke WHO

Remaja Australia Ketakutan Sentuh Anjing Laut Macan Tutul

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.