Distribusi paus pembunuh di perairan laut Indonesia dilaporkan di Bali, Kalimantan Timur, Maluku, Papua (Raja Ampat), Nusa Tenggara (Solor Alur/Laut Sawu), dan Timor (Huffard, et al (Eds), 2012: 21; Dermawan, et al (ed), 2015: 10).
Di Lamalera, paus pembunuh ini disebut dengan nama lokal seguni. Di perairan Raja Ampat, Provinsi Papua Barat, terdapat rekaman paus pembunuh yang diunggah akun “Arenui Liveaboard” pada 9 Februari 2012 dan akun “Menas R4” pada 30 April 2016.
Terdapat pula rekaman video di YouTube.com kemunculan paus pembunuh di Selat Makassar, seperti yang diunggah akun “Ipin Tongtong”, pada 3 Januari 2014.
Kemudian, pada Agustus 2018, terdapat rekaman paus pembunuh di Laut Maratua, Kalimantan Timur, Laut Sulawesi. Agregasi paus pembunuh dapat disaksikan melalui video berdurasi 41 detik. Video ini diunggah akun putra hizrah melalui YouTube pada 2 Agustus 2018. Dalam video ini terdapat kelompok paus orca tiga ekor terekam dengan jelas.
Rekaman ini dibuat dari speed boat (perahu cepat) yang membawa sejumlah wisatawan asing. Perairan Kalimantan Timur dilaporkan sebagai salah satu jalur paus pembunuh di Indonesia. Pada Selasa 6 November 2018, diduga seekor paus pembunuh ditemukan mati terdampar di Pulau Maratua, Kabupaten Berau.





Komentar tentang post