Pelabuhan Namlea dan Tobelo merupakan memiliki peranan penting bagi masyarakat di Provinsi Maluku dan Maluku Utara.
Pelabuhan Namlea dibangun pada tahun 1997. Lokasi pelabuhan terlindung secara alami karena berada di Teluk Kayeli.
Pelabuhan Namlea yang berada di Pulau Buru merupakan salah satu Sub Sistem Pelayaran Nasional yang menjadi persinggahan kapal-kapal yang berlayar di Perairan Maluku.
Pelabuhan Tobelo, yang selesai pembangunannya pada tahun 2015, merupakan pelabuhan pengumpul. Pelabuhan ini memiliki fasilitas dermaga untuk peti kemas dan menjadi sarana penting dalam mendorong roda perekonomian bagi masyarakat Halmahera Utara khususnya di Pulau Morotai.
Menurut Hengki hadirnya pelabuhan Tobelo memberikan dampak penurunan harga kebutuhan pokok sehingga menjadi lebih terjangkau. Hal ini karena supply dapat dibawa langsung dari Surabaya, Makassar dan Manado ke Halmahera Utara.
Hal ini sejalan dengan tujuan dari program Tol Laut yang dicanangkan oleh Bapak Joko Widodo sebagai Presiden RI.
Ketua Kelompok Pengamatan Laut Distrik Navigasi Kelas I Ambon, Heintje E.J. Tatipikalawan, mengatakan Tim Surveyor Distrik Navigasi Kelas I Ambon telah melaksanakan kegiatan survey hidro-oseanografi di lokasi perairan Pelabuhan Namlea. Survey meliputi Alur-Pelayaran, Kolam Putar, dan Daerah Labuh Kapal.





Komentar tentang post