Senin, Agustus 17, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Penggunaan Pasir Berlebihan Mengancam Ekosistem dan Mata Pencaharian

redaksi
18 Mei 2026
Kategori : Berita
0
Ekspor Pasir Laut Merusak Lingkungan dan Melanggar HAM

Ilustrasi pasir laut. FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut – Pasir yang ada di Bumi dihasilkan melalui proses erosi geologis ribuan tahun. Setiap tahun kita menggunakan 50 miliar ton. Program Lingkungan PBB (UNEP) mengingatkan untuk menggunakan pasir dengan bijak.

UNEP menyebutkan meningkatnya permintaan global akan pasir didorong oleh pertumbuhan populasi, ekonomi, urbanisasi, dan infrastruktur.

Kondisi ini melampaui pasokan pasir berkelanjutan, mengancam ekosistem dan mata pencaharian yang kita andalkan, demikian laporan terbaru UNEP tentang ”Pasir dan Keberlanjutan: Sumber Daya Penting untuk Alam dan Pembangunan.”

Menurut UNEP pasir diekstraksi untuk berbagai kebutuhan infrastruktur yang menopang masyarakat dan pembangunan modern. Alam membutuhkan ratusan ribu tahun untuk menghasilkan pasir melalui proses erosi geologis bertahap.

Namun kita menggunakan pasir dengan laju yang mencengangkan, yaitu 50 miliar ton per tahun; penggunaannya untuk bangunan saja diproyeksikan meningkat hingga 45 persen pada tahun 2060. Kita mengekstraknya lebih cepat daripada pemulihannya – inilah kesenjangan pasir.

Pasir juga menyediakan habitat penting bagi ikan, penyu, burung, kepiting, dan spesies lainnya yang tak terhitung jumlahnya, mendukung keanekaragaman hayati dan menjaga keseimbangan ekologis – juga kunci bagi pariwisata dan perikanan.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: PasirTambang PasirUNEP
Bagikan1Tweet1KirimKirim
Previous Post

Program Studi S1 Ilmu Lingkungan UNG Meraih Akreditasi Baik dari BAN-PT

Next Post

Penambangan Pasir Mengakibatkan Degradasi Lingkungan

Postingan Terkait

Gempa NTT, BMKG Catat 1624 Aftershock

Gempa NTT, BMKG Catat 1624 Aftershock

17 Agustus 2026
The Story of a Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Student Shaken by the M 7.7 Earthquake and Tsunami in NTT

The Story of a Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Student Shaken by the M 7.7 Earthquake and Tsunami in NTT

17 Agustus 2026

Semangat Kemerdekaan, Rektor UNG: Terus Belajar, Ciptakan Inovasi dan Penelitian yang Bermanfaat

Gempa M 6,2 di Teluk Tomini Mengakibatkan Satu Orang Meninggal Dunia

Gempa Susulan M 5 Masih Terus Terjadi di Nusa Tenggara Timur

Kisah Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Sedang Menjalankan KKN Diguncang Gempa M 7,7 dan Tsunami di NTT

NTT Earthquake: 45 Fatalities in Manggarai and East Manggarai Regencies

Gempa NTT, Korban Meninggal Dunia di Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur 45 Orang

Next Post
Penambangan Pasir Mengakibatkan Degradasi Lingkungan

Penambangan Pasir Mengakibatkan Degradasi Lingkungan

TERBARU

Gempa NTT, BMKG Catat 1624 Aftershock

The Story of a Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Student Shaken by the M 7.7 Earthquake and Tsunami in NTT

Semangat Kemerdekaan, Rektor UNG: Terus Belajar, Ciptakan Inovasi dan Penelitian yang Bermanfaat

Gempa M 6,2 di Teluk Tomini Mengakibatkan Satu Orang Meninggal Dunia

Gempa Susulan M 5 Masih Terus Terjadi di Nusa Tenggara Timur

Kisah Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Sedang Menjalankan KKN Diguncang Gempa M 7,7 dan Tsunami di NTT

AmsiNews

REKOMENDASI

OceanX dan Peneliti Indonesia Temukan Deep-sea Coral Reefs

Program Pew Fellowship untuk Meningkatkan Kesehatan Laut

Hiu Carcharhinus obsolerus, Mungkin Sudah Punah

Pengungsi Korban Banjir di Kota Bekasi Capai 149.537 Orang

Hasil Tangkapan Sampingan dan Fungsi Ekosistem

Cuaca Ekstrem Siklon Senyar, 116 Orang Meninggal Dunia dan 42 Hilang di Sumatra Utara

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.