Jumat, Juni 19, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Pengusaha Nasional dan Pejabat Diduga di Balik Bisnis Biomassa di Provinsi Gorontalo

Novita J. Kiraman
30 Oktober 2025
Kategori : Berita
0
Pengusaha Nasional dan Pejabat Diduga di Balik Bisnis Biomassa di Provinsi Gorontalo

Mitos hutan tanaman energi. GAMBAR: DARILAUT.ID

Menurut WALHI Gorontalo, masyarakat yang sejak dulu bergantung pada hutan justru menghadapi pembatasan akses. Penutupan badan sungai untuk jalan operasi perusahaan mengubah bentang alam dan memutus sumber penghidupan komunitas lokal.

Sosialisasi yang dilakukan perusahaan pun dianggap sarat manipulasi dan tidak mengedepankan prinsip Free, Prior, and Informed Consent (FPIC).

WALHI Gorontalo menelusuri sejumlah nama pengusaha nasional hingga pejabat tinggi negara tercatat sebagai pemilik manfaat, seperti Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Garibaldi Thohir (kakak kandung dari Erick Thohir, Menteri Pemuda dan Olahraga), keluarga Soeryadjaya, Albert Saputro (Presiden Direktur Merdeka Copper Gold). Selain itu, PT Provident Capital Partners, PT Saratoga Investama Sedaya dan PT Saratoga Sentra Bussiness.

Hal ini menguatkan dugaan bahwa proyek biomassa lebih mengabdi pada laba dan ekspor kayu pelet ketimbang menyelamatkan lingkungan.

Mitos energi hijau tidak boleh menipu kita, kata WALHI Gorontalo.

Ada mitos wood pellet adalah energi terbarukan yang ramah lingkungan, faktanya Wood pellet melepaskan lebih banyak CO2 daripada batubara per unit energi yang dihasilkan.

Mitos biomassa kayu bersifat carbon neutral, faktanya dibutuhkan 44-104 tahun bagi hutan untuk menyerap kembali CO2 setelah penebangan, carbon debt yang sangat panjang.

Halaman 2 dari 3
Sebelumnya123Selanjutnya
Tags: Hutan Tanaman EnergiProvinsi GorontaloWALHI GorontaloWood Pellet
Bagikan13Tweet7KirimKirim
Previous Post

Temuan WALHI, Korporasi Kuasai 63 Persen Lahan di Provinsi Gorontalo, Rakyat Terpinggirkan

Next Post

WALHI Gorontalo Mendesak Pemerintah Hentikan Ekspansi Biomassa

Postingan Terkait

Teknologi Menanam Bawang Merah di Pesisir

Teknologi Menanam Bawang Merah di Pesisir

19 Juni 2026
Korban Tewas Gempa Sarangani di Mindanao Meningkat Menjadi 37 Orang

Korban Tewas Gempa Sarangani Bertambah Menjadi 78 Orang, 30 Hilang

19 Juni 2026

703 Kali Gempa Susulan di Sulawesi Tengah

Korban Tewas Gempa Sulawesi Tengah Tiga Orang, 108 Terluka

Gempa Sulawesi Tengah Mengakibatkan 6.458 Orang Terdampak, Rumah Rusak 1.615 Unit

BNPB Kirim Dukungan Logistik Korban Gempa di Sulawesi Tengah

Dosen Fakultas Kelautan UNG Salah Satu Peserta Akuakultur Berkelanjutan Indonesia di Shanghai Cina

Dasar Laut yang Terangkat Akibat Gempa Sarangani M7,8 di Mindanao Akan Dijadikan Monumen Geologi

Next Post
Pengusaha Nasional dan Pejabat Diduga di Balik Bisnis Biomassa di Provinsi Gorontalo

WALHI Gorontalo Mendesak Pemerintah Hentikan Ekspansi Biomassa

TERBARU

Teknologi Menanam Bawang Merah di Pesisir

Korban Tewas Gempa Sarangani Bertambah Menjadi 78 Orang, 30 Hilang

703 Kali Gempa Susulan di Sulawesi Tengah

Korban Tewas Gempa Sulawesi Tengah Tiga Orang, 108 Terluka

Gempa Sulawesi Tengah Mengakibatkan 6.458 Orang Terdampak, Rumah Rusak 1.615 Unit

BNPB Kirim Dukungan Logistik Korban Gempa di Sulawesi Tengah

AmsiNews

REKOMENDASI

Mitigasi Tsunami dan Gempabumi Megatrust

Depresi Tropis Berkembang di Laut Filipina

Hari Lingkungan Hidup, Penting Untuk Mencegah Bencana Akibat Perubahan Iklim

Melissa Badai Atlantik Terkuat yang Menghancurkan Jamaika dan Kepulauan Karibia, Sedikitnya 50 Orang Tewas

Gejala Lain Terinfeksi Virus Corona

Bumi Sedang Sakit, Prof Alikodra: Sembuhkan dengan Prinsip Ekosofi

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.