Darilaut – Ada pesan ekologis penting di balik harimau sumatra ”mampir” di kantor Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Agam, Sumatra Barat dan macan tutul jawa ”bertamu: ke hotel di Bandung.
Pesan ekologis itu tentang kondisi hutan kita yang kian terfragmentasi. Peneliti Ahli Utama bidang konservasi keanekaragaman hayati Pusat Riset Ekologi BRIN, Prof. Hendra Gunawan, mengatakan, apa yang tampak aneh sebenarnya adalah tanda bahaya adanya keseimbangan alam yang terganggu.
Seekor macan tutul jawa masuk ke hotel di Bandung dan harimau sumatra terlihat di kantor Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Agam, Sumatra Barat. Video dan foto-foto kejadian ini dengan cepat viral di media sosial.
Kejadian seperti ini tidak bisa disebut kebetulan. Harimau dan macan tutul sejatinya adalah satwa penghuni inti hutan (core habitat species). Mereka hidup tersembunyi, jauh dari manusia.
“Kalau mereka sekarang muncul di kebun, jalan raya, bahkan hotel, itu bukan perilaku alami, tapi Itu tanda mereka terpaksa keluar dari hutan untuk bertahan hidup,” ujar Hendra, pada Selasa (21/10).
Penyebabnya berlapis. Pertama, kata Hendra, kerusakan habitat akibat pembukaan lahan, pembangunan jalan, dan permukiman membuat ruang hidup mereka semakin sempit.
Kedua, mereka sering kali mengejar mangsa seperti babi hutan atau monyet ekor panjang yang memang hidup di tepi hutan (habitat edge).




