Ratno mengatakan untuk dapat diimplementasikan di lapangan, pelatihan-pelatihan juga perlu dilakukan sebagai bagian dari pembiasaan penggunaan teknologi.
Pelatihan ini meliputi proses dan monitoring, serta pengendalian limbahnya. Pelatihan harus spesifik dan mengadaptasi kebiasaan-kebiasaan lokal.
Selain kebutuhan proses alternatif, penambang emas juga membutuhkan formalisasi, agar dapat mudah dimonitoring baik sisi keselamatan, lingkungan, serta diharapkan dapat mengurangi konflik-konflik yang mungkin timbul atas penguasaan suatu area.
Selain keterlibatan dalam Proyek GOLD-ISMIA, hal ini untuk mendukung program Rencana Aksi Nasional Pengurangan dan Penghapusan Merkuri (RAN PPM) melalui realisasi beberapa output yang telah diamanahkan oleh Peraturan Presiden No.21 Tahun 2022.





Komentar tentang post