Pelaksana tugas Kepala BRSDM Kusdiantoro mengatakan, baru saja kita memperingati HUT KKP yang ke-22 ini bersamaan dengan peluncuran ekonomi biru sebagai penghela dalam pembangunan kelautan dan perikanan. Hal ini menjadi salah satu penyemangat kita untuk lebih aware untuk menyadari perlunya memprioritaskan pada keberlanjutan sumber daya kelautan dan perikanan.
Kusdiantoro menyambut baik kegiatan webinar tersebut karena selama ini pengelolaan sumber daya ikan selalu terkungkung hanya berorientasi dan lebih fokus pada WPNRI.
Padahal, menurut Kusdiantoro, terdapat potensi lain yang selama ini belum banyak tergarap, yaitu high seas (laut lepas) dan ZEE, yang dapat dioptimalkan sebagai sumber ekonomi dan PNBP bagi Indonesia, di samping mengoptimalkan kegiatan penangkapan ikan di 11 WPPNRI.
Pengelolaan perikanan di laut lepas dan ZEE tersebut, kata Kusdiantoro, harus mengikuti yang telah ditetapkan oleh Regional Fisheries Management Organizations (RFMOs), yang mengikat terhadap setiap negara yang menjadi anggotanya.
Berbagai aturan-aturan tersebut dimaksudkan untuk ketertiban dan keharmonisan antara peraturan regional dan negara-negara.





Komentar tentang post