Rabu, Mei 13, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Lebih Dari 2 Ribu Aktivis Lingkungan Terbunuh di Seluruh Dunia

redaksi
12 September 2024
Kategori : Berita
0
Lebih Dari 2 Ribu Aktivis Lingkungan Terbunuh di Seluruh Dunia

Ilustrasi. FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut – Selama satu dekade terakhir, antara 2012 dan 2023, lebih dari 2.100 aktivis lingkungan tewas di seluruh dunia. Negara-negara di Amerika Latin memegang persentase tertinggi secara global.

Organisasi non-pemerintah (LSM) internasional, Global Witness, Selasa (10/9), memperkirakan 196 pembela tanah dan lingkungan terbunuh di seluruh dunia pada tahun 2023 saja.

Melansir PNA, Laporan terbaru Global Witness juga menemukan bahwa Kolombia ditemukan sebagai negara paling mematikan di dunia bagi aktivis lingkungan, dengan total 79 kematian tahun lalu.

Negara-negara lainnya tahun lalu di kawasan itu termasuk Brasil, dengan 25 pembunuhan, dan Meksiko dan Honduras dengan masing-masing 18, katanya.

Amerika Latin memiliki jumlah pembunuhan tertinggi yang tercatat di seluruh dunia, dengan 166 pembunuhan secara keseluruhan, termasuk 54 di Meksiko dan Amerika Tengah dan 112 di Amerika Selatan.

Laura Furones, penasihat senior Kampanye Pembela Tanah dan Lingkungan di Global Witness, mengatakan jumlah pembunuhan tetap “sangat tinggi, dan tidak dapat diterima.”

“Ketika krisis iklim semakin cepat, mereka yang menggunakan suara mereka untuk dengan berani membela planet kita disambut dengan kekerasan, intimidasi, dan pembunuhan,” kata Furones, yang juga penulis utama laporan tersebut.

Halaman 1 dari 3
123Selanjutnya
Tags: Aktivis LingkunganGugatan LingkunganKolombia
BagikanTweetKirimKirim
Previous Post

Organisasi Meteorologi Asia Tenggara Memperkuat Adaptasi Ketahanan Pangan dan Iklim

Next Post

Topan Yagi Menyebabkan 324 Orang Tewas dan Hilang di Vietnam

Postingan Terkait

Perubahan Iklim Merusak Perekonomian Global

Perubahan Iklim Merusak Perekonomian Global

13 Mei 2026
Karakteristik Burung Kareo Padi yang Hidup di Lahan Basah

Karakteristik Burung Kareo Padi yang Hidup di Lahan Basah

13 Mei 2026

Prof. Reza: Mikroplastik Membawa Berbagai Zat Berbahaya

Mikroplastik Membahayakan Ekosistem Laut Hingga Rantai Makanan Manusia

Krisis Iklim: Titik Kritis yang Berpotensi Menimbulkan Bencana

Hujan Masih Berpotensi Terjadi di Sejumlah Wilayah Indonesia Pertengahan Mei 2026

Dosen UNG Mengkaji Perlawanan Elit Gorontalo di Masa Kolonial

Krisis Iklim: Bumi Masih Bisa Menjadi Jauh Lebih Panas

Next Post
Topan Yagi Menyebabkan 324 Orang Tewas dan Hilang di Vietnam

Topan Yagi Menyebabkan 324 Orang Tewas dan Hilang di Vietnam

TERBARU

Perubahan Iklim Merusak Perekonomian Global

Karakteristik Burung Kareo Padi yang Hidup di Lahan Basah

UNG Gandeng Polda Gorontalo Perkuat Pencegahan Kekerasan di Kampus

Prof. Reza: Mikroplastik Membawa Berbagai Zat Berbahaya

Mikroplastik Membahayakan Ekosistem Laut Hingga Rantai Makanan Manusia

Prodi Pendidikan Biologi UNG Raih Akreditasi Unggul

AmsiNews

REKOMENDASI

Status Kritis, Orangutan Sumatra Diselundupkan di Pelabuhan Bakauheni

Kota Gorontalo Menggelar Program Makan Bergizi Gratis

Ambergis 7 Kilogram Senilai Rp 4,4 Miliar Ditemukan Nelayan Thailand

Apa Saja Manfaat Pemodelan dalam Penyelesaian Sengketa Lingkungan Hidup?

Tanah Longsor di Banyumas, Lima Warga Meninggal Dunia

TNI Angkatan Laut Tangkap Dua Kapal Ikan Vietnam, Satu Terbakar dan Tenggelam

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.