Darilaut – Monsun Australia diprediksi menguat dalam beberapa hari mendatang. Hal ini ditunjukkan oleh dominasi angin timuran pada pola angin zonal di sebagian besar wilayah Indonesia.
Kondisi tersebut berpotensi membawa massa udara yang lebih kering dari Australia ke wilayah Indonesia, sekaligus mengindikasikan bahwa beberapa daerah mulai memasuki masa peralihan secara bertahap dari musim hujan menuju musim kemarau, menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Direktorat Meteorologi Publik BMKG mengatakan suhu maksimum harian yang relatif tinggi teramati di sejumlah wilayah, antara lain Kalimantan Timur (37.1°C), Kalimantan Utara (36.6°C), Sulawesi Tengah (36.2°C), Papua (36.0°C) dan Kalimantan Barat (36.6°C).
Pemanasan pada siang hari masih berlangsung cukup kuat di beberapa wilayah. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh intensitas radiasi matahari pada siang hari yang masih cukup tinggi, serta mulai menguatnya monsun Australia.
Monsun ini biasa ditandai dengan dominasi angin timuran, yang membawa massa udara relatif lebih kering.
Dampaknya, tutupan awan pada pagi hingga siang hari cenderung berkurang sehingga radiasi matahari dapat diterima lebih optimal di permukaan dan mendorong peningkatan suhu udara.
Potensi Hujan
Dalam sepekan kedepan, kata BMKG, hujan masih berpotensi terjadi di sebagian besar wilayah Indonesia. Madden-Julian Oscillation (MJO) diprediksi masih berada di fase 2 (Indian Ocean) dan melewati sebagian besar Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua, Jawa bagian barat, sebagian kecil Bali, NTT, dan NTB.




