Darilaut – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) kembali menunjukkan kemajuan signifikan dalam pengembangan bahan bioaktif alami dari kekayaan laut Indonesia. Melansir penelitian yang dilakukan oleh Periset Pusat Riset Teknologi Proses Pangan (PRTPP) BRIN, Muhammad Nursid, teripang hitam (Holothuria atra) dipastikan memiliki kandungan senyawa bioaktif bernilai tinggi dengan potensi besar untuk industri kesehatan dan pangan fungsional.
Dalam penjelasannya pada Kamis (4/12), Nursid mengungkapkan bahwa teripang bukan hanya dikenal sebagai komoditas ekspor bernilai ekonomi, tetapi juga merupakan sumber senyawa aktif yang berfungsi sebagai nutraseutikal dan farmaseutikal alami. Teripang, yang berasal dari kelompok Echinodermata, diketahui kaya protein, memiliki nilai gizi tinggi, dan mengandung berbagai komponen bioaktif yang bermanfaat bagi kesehatan manusia.
Menurut Nursid, salah satu senyawa utama yang ditemukan dalam Holothuria atra adalah saponin atau triterpen glikosida. Senyawa ini terbukti memiliki aktivitas biologis luas, termasuk sebagai antikanker, imunostimulan, dan antiinflamasi. Lebih jauh, riset menunjukkan bahwa saponin bekerja dengan cara merusak membran sel kanker, menginduksi apoptosis, dan menghambat proliferasi sel kanker tanpa menyebabkan kerusakan pada sel normal. Mekanisme ini menjadikan teripang hitam sebagai kandidat kuat dalam pengembangan terapi degeneratif, terutama untuk kanker dan penyakit kronis lainnya.




