Dalam 24 jam, saat sistem mendekati Badai Tropis Koto, geseran utara-timur laut yang terkait dengan aliran keluar dari Koto diperkirakan akan meningkat tajam.
Hal ini, bersama dengan masuknya udara kering ke inti sistem, akan memicu tren pelemahan yang cepat, kata JTWC.
Kemungkinan dalam 2 hari, paling cepat dalam 36 jam ke depan, menurut JTWC, sistem akan menghilang sebagai siklon tropis di sebelah timur Kota Ho Chi Minh.
Observatorium Hong Kong (HKO) mengatakan area bertekanan rendah yang terkait dengan sisa-sisa Siklon Tropis Senyar membawa cuaca yang tidak stabil ke perairan timur Semenanjung Malaya dan mungkin sedikit menguat.
Hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang diterbitkan Sabtu pukul 01.00 WIB, depresi tropis (Eks Siklon Tropis Senyar) dalam 6 – 12 jam ke depan, akan kembali menguat dengan kecepatan angin mencapai sekitar 35 knot (± 65 km per jam) saat terus bergerak ke arah timur laut menuju Laut Cina Selatan.
Sehingga “berpotensi meningkat menjadi siklon tropis kategori 1,” kata BMKG.
Selanjutnya, sistem ini berpotensi melemah karena mulai berinteraksi dengan Siklon Tropis Koto yang berada di dekat jalurnya.
Secara keseluruhan, kata BMKG, peluang depresi tropis ini untuk berkembang kembali menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan berada pada kategori Tinggi.



