Itu salah satu contoh penggunaan AI. Contoh penggunaan kedua, AI dipakai untuk memperlihatkan laju deforestasi. AI digunakan untuk meningkatkan akurasi data.
”Sehingga data yang ditampilkan jauh lebih bagus daripada dikerjakan secara manual.”
Di luar negeri mereka sudah tahu etikanya, AI digunakan sebagai alat bantu untuk menghasilkan data yang lebih baik, kata Damar.
Di Indonesia, menurut Damar, ada niatan untuk menguasai teknologi AI. Ada kesadaran penuh kalau kita tidak menguasai teknologi AI, media akan tertinggal. Ada adagium menguasai AI akan lebih maju.
Damar menjelaskan bahwa teknologi memudahkan kinerja banyak pihak untuk memproduksi lebih cepat.
Akan tetapi, kita harus sadar pula bahwa teknologi tersebut bukan semata-mata untuk mempercepat kinerja. ”Teknologi tersebut untuk mengkapitalisasi lebih banyak dari sebelumnya,” ujarnya.
Dalam perkembangan teknologi, AI yang ada sekarang adalah fase yang sudah dirintis sejak lama, sejak tahun 1956. dari mesin learning, genetic AI, berikutnya super AI.
Damar mengajak kita untuk berpikir teknologi AI apakah hanya untuk mempecepat kinerja atau ada kepentingan lain di belakang teknologi tersebut. Ini yang perlu diperhatikan.
Hasil penelitian, Damar menjelaskan, AI diadopasi untuk News Production, membantu distribusi dan engagement. Namun, apakah AI ini sudah bisa mendistribusikan secara baik.




