Mulanya, titian utama berbentuk love atau hati. Namun ketika angin kencang disertai gelombang melewati atol di musim barat, beberapa bagian mengalami kerusakan.
Titian ini akan diperbaiki kembali.
Meski titian utama belum terhubung secara penuh, di akhir pekan, destinasi ini tetap ada pengunjung yang menempati setiap vila.
Kebanyakan yang datang di Pulo Cinta berasal dari luar Gorontalo. Artinya, yang datang ke lokasi ini jauh-jauh hari telah menyiapkan berbagai keperluan untuk mengunjungi destinasi Pulo Cinta.
Bawah laut di atol Pulo Cinta masih asri dan terawat dengan baik. Setiap pengunjung dapat berenang atau menyelam di permukaan (snorkeling).
Begitu pula untuk pengunjung yang ingin diving di tubir karang dan kedalaman laut menyaksikan beragam spesies ikan, bunga karang raksasa Salvador Dali dan biota laut lainnya di sekitar perairan tersebut.
Hampir malam, di atas pantai berpasir putih di perairan Gorontalo, matahari terbenam (sunset) dengan warna-warni secara berjenjang di Teluk Tomini.
Saat fajar, cahaya kemerah-merahan di langit sebelah timur terlihat menjelang matahari terbit.
Dengan konsep rumah tiga pintu (dan satu pintu masuk), panorama sunrise ini dapat disaksikan di ruang rihat vila ini atau di titian. (verrianto madjowa)









Komentar tentang post