Menurut Abdul, pendampingan yang diberikan melalui program SECURE tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga memperkuat kapasitas petambak dalam mengelola tambak secara lebih efisien dan berkelanjutan. Salah satunya melalui pelatihan pembuatan kompos dan mikroorganisme lokal (MOL) yang dimanfaatkan untuk menjaga kualitas lingkungan tambak.
SECURE merupakan inisiatif yang dikembangkan YKAN bersama pemerintah daerah dan berbagai mitra untuk mendorong transformasi praktik tambak tradisional menuju sistem budi daya yang lebih berkelanjutan.
Melalui pendekatan ini, sekitar 20 persen area dimanfaatkan untuk kegiatan budi daya, sementara sekitar 80 persen area lainnya dialokasikan untuk pemulihan dan perlindungan mangrove.
Keberadaan mangrove tidak hanya berfungsi sebagai penyerap karbon dan pelindung alami kawasan pesisir, tetapi juga berperan menjaga kualitas perairan yang mendukung produktivitas tambak dalam jangka panjang. Dengan demikian, produksi perikanan dan pemulihan ekosistem dapat berjalan secara beriringan.




