Peraturan ini berlaku sejak tangggal 25 Maret 2021. Ini bertujuan untuk meningkatkan pelayanan kami untuk para pengguna ISSN LIPI dan mempercepat proses penerbitan ISSN itu sendiri.
“Konsultasi kami lakukan dalam bentuk kelas dan bukan private. Kemudian untuk tiap peserta diberikan waktu kurang lebih 15 menit untuk konsultasi,” katanya.
Informasi terbaru terkait berkas permohonan ISSN, seperti surat permohonan harus berasal dari lembaga atau Institusi atau yayasan berbadan hukum, atau setidaknya memiliki akta pendirian yang dikeluarkan oleh notaris.
Selain itu, kata Andre, perlu dilampirkan surat perjanjan kerja sama apabila pengelola memiliki kerja sama dalam pengelolaan terbitan dengan lembaga lain, seperti asosiasi.
Dalam pengajuan ISSN media online, menurut Andre, berkas halaman depan, daftar isi dan dewan redaksi, menggunakan tangkapan layar dari halaman situs terbitan.
Sementara untuk pengajuan ISSN media cetak, berkas halaman depan, daftar isi dan dewan redaksi harus tercantum judul, edisi, dan ruang untuk meletakkan ISSN. Terakhir, peserta wajib melakukan serah simpan terbitan.
Menurut Andre, aplikasi ISSN 2.0 memiliki beberapa peraturan, serta fitur baru. Peserta mendaftar terlebih dahulu untuk mendapatkan akun pengelola. Setelah itu, bisa mengelola beberapa terbitan.





Komentar tentang post