Simposium ini untuk memperingati 1 tahun peristiwa tsunami Palu. Kegiatan ini kerjasama Kementrian/Lembaga lain yaitu Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Kemenristek Dikti, BNPB, serta lembaga Internasional UNESCO-IOC, IORA, UNDRR, GIZ, JICA, dan Ikatan Ahli Tsunami Indonesia.
Tujuan simposium ini untuk berbagi secara luas hasil temuan lapangan hasil survei pascatsunami Palu yang dikoordinasikan UNESCO IOC melalui International Tsunami Survey Team (ITST).
Perwakilan UNESCO IOC Prof Shahbaz Khan mengatakan, Indonesia adalah negara yang hebat. UNESCO bekerjasama dengan IOC bersama para pakar dari berbagai negara akan terus berusaha membantu Indonesia untuk memiliki tingkat ketahanan terhadap bencana. Karena letaknya yang berada di Ring Of Fire, ke depan Indonesia tetap bisa mempertahankan pertumbuhan ekonominya dan bersahabat dengan bencana.
Perwakilan Kemenko Kemaritiman Dr Rahmat Hidayat mengatakan, kejadian tusnami yang melanda Palu dan Selat sunda beberapa waktu lalu membuat kita sadar akan perkembangan IPTEK itu sebagai sebuah keniscayaan yang terus mengalami perkembangan.
Belajar dari pengalaman tersebut, melalui simposium yang dihadiri para pakar gempabumi dan tsunami ini bisa dihasilkan sebuah kesepakatan dalam hal mitigasi dan evakuasi. Hal ini merupakan faktor penting apabila terjadi bencana, sehingga masyarakat ke depan lebih melek teknologi dan bersahabat dengan bencana.





Komentar tentang post