Sekretaris Eksekutif Konvensi Basel, Rotterdam, dan Stockholm, Rolph Payet, menjelaskan pentingnya perjanjian lingkungan multilateral dalam upaya penegakan hukum.
“Konvensi Basel, Rotterdam, dan Stockholm menyediakan kerangka hukum yang vital untuk memerangi perdagangan ilegal limbah berbahaya dan bahan kimia,” ujarnya.
”Penguatan penegakan hukum dan kerja sama regional memberdayakan para pelaku garda terdepan untuk menciptakan perubahan nyata.”
Memasuki edisi kesembilan, AEEE memberikan penghargaan atas keunggulan dalam kategori-kategori seperti kolaborasi, dampak, inovasi, integritas, dan kepemimpinan gender.
Untuk pertama kalinya, penghargaan ini juga menyoroti kerja sama Asia-Interkontinental, dengan fokus khusus pada kolaborasi Afrika-Asia dalam menangani perdagangan satwa liar ilegal.
Para penerima penghargaan meliputi pejabat pemerintah, lembaga, dan tim yang telah menunjukkan penegakan hukum nasional yang luar biasa untuk memerangi kejahatan seperti perdagangan ilegal satwa liar, kayu, limbah berbahaya, bahan kimia, dan zat perusak ozon.

Sekretaris Jenderal Konvensi Perdagangan Internasional Spesies Flora dan Fauna Liar yang Terancam Punah (CITES), Ivonne Higuero, mengatakan, kejahatan lingkungan dipandang sebagai salah satu ancaman terbesar bagi keanekaragaman hayati dan supremasi hukum.




