Selasa, Mei 26, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Wahana Antariksa Rusia Pernah Jatuh di Gorontalo Tahun 1981

redaksi
9 Mei 2025
Kategori : Berita
0
Wahana Milik Rusia Misi ke Planet Venus Berpotensi Jatuh di Wilayah Indonesia

Replika Kosmos 482, wahana milik Uni Soviet (sekarang Rusia) yang berpotensi jatuh di Indonesia. GAMBAR: BRIN

Modul berbentuk bola berdiameter sekitar 1 meter tersebut dirancang sangat kuat untuk menembus atmosfer Venus sehingga diprakirakan tetap utuh saat jatuh. Efek pemanasan oleh atmosfer bumi akan menyebabkan objek jatuh seperti meteor besar, tampak seperti bola api yang meluncur cepat.

Kosmos 482 sendiri merupakan bagian dari program eksplorasi Planet Venus Uni Soviet yang dikenal dengan nama Venera.

Peneliti Utama Pusat Riset Antariksa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Thomas Djamaluddin mengatakan bahwa sebagai negara di wilayah ekuator dengan wilayah yang sangat luas, Indonesia memiliki potensi kejatuhan Kosmos 482. Namun karena ketidakpastian faktor hambatan atmosfer, lokasi dan waktu jatuhnya masih sulit dipastikan.

Pusat Riset Antariksa BRIN terus melakukan pemantauan secara intensif lintasan orbitnya menjelang ketinggian kritis 120 km. Pemantauan ini penting untuk menentukan wilayah paling potensial kejatuhan sampah antariksa dengan melihat lintasan akhir orbitnya.

Fenomena Kosmos 482 menjadi pengingat akan pentingnya pemantauan terhadap benda-benda antariksa yang tidak lagi aktif, yang dapat menjadi risiko bagi keselamatan publik.

Selain itu, kasus ini memperlihatkan betapa pentingnya kerja sama internasional dalam pengelolaan sampah antariksa dan pengembangan sistem pelacakan sampah antariksa.

Halaman 2 dari 2
Sebelumnya12
Tags: BRINgorontaloKosmos 482Planet VenusProf Thomas DjamaluddinRusiaSampah Antariksa
Bagikan1Tweet1KirimKirim
Previous Post

Sampah Antariksa Kosmos 482 Rusia Berpotensi Jatuh Pada 10 Mei 2025

Next Post

Indonesia di Titik Kritis Menghadapi Dampak Perubahan Iklim

Postingan Terkait

Seleksi Mahasiswa Baru, 256.369 Peserta Lulus Seleksi Jalur SNBT

Seleksi Mahasiswa Baru, 256.369 Peserta Lulus Seleksi Jalur SNBT

26 Mei 2026
7 Tim Mahasiswa UNG Lolos Pendanaan Program Kreativitas Kemdiktisaintek

7 Tim Mahasiswa UNG Lolos Pendanaan Program Kreativitas Kemdiktisaintek

26 Mei 2026

Ada 4.000 Anggrek di Indonesia, 3 Spesies Baru

Indikasi El Niño Condition di Samudra Pasifik

Waspada Adanya Peningkatan Curah Hujan

Penyakit Diabetes Mengancam Usia Remaja

Koperasi Produsen Cahaya Sinergi Dengilo Kantogi Izin Pertambangan Rakyat di Pohuwato

Markhor, Kambing Liar Bertanduk Spiral yang Hampir Terancam Punah

Next Post
Rekomendasi WHO Dapat Mencegah Kasus Tenggelam

Indonesia di Titik Kritis Menghadapi Dampak Perubahan Iklim

TERBARU

Seleksi Mahasiswa Baru, 256.369 Peserta Lulus Seleksi Jalur SNBT

7 Tim Mahasiswa UNG Lolos Pendanaan Program Kreativitas Kemdiktisaintek

Ada 4.000 Anggrek di Indonesia, 3 Spesies Baru

Indikasi El Niño Condition di Samudra Pasifik

Waspada Adanya Peningkatan Curah Hujan

Penyakit Diabetes Mengancam Usia Remaja

AmsiNews

REKOMENDASI

14 Warga Meninggal Akibat Banjir dan Tanah Longsor di Kabupaten Luwu

Populasi Ikan Endemik Danau di Indonesia Dapat Mengalami Kepunahan

Banjir di Parigi Moutong Menewaskan 3 Warga dan 4 Hilang

Insiden Terhadap Kapal Meningkat, ReCAAP ISC: Ini Area yang Perlu Diperhatikan Pelaut

KSDA dan Kelompok Pelestari Penyu Tetaskan 10 Ribu Tukik di Bali

Hari Maritim dan Ancaman Sampah Plastik (1)

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.