Kementerian Komunikasi dan Informatika (kominfo.go.id) pada 11 Agustus 2019 telah memberikan penjelasan konten hoaks tersebut.
“Diunggah pada media sosial sebuah informasi yang menyebutkan kabar meninggal dunia seorang pemuda asal solo akibat diare yang disebabkan adanya lintah yang masuk dan berkembang biak pada perut. Disebutkan pula bahwa sebelumnya pemuda itu memakan tumis kangkung.
Faktanya, menurut Dr dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB, dari Divisi Gastroenterologi, Departemen Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia mengatakan belum pernah mendapati kasus semacam itu. Selama ini parasit yang ditemukan di dalam pencernaan manusia adalah cacing dan bukan lintah.
Dijelaskan pula bahwa untuk mengantisipasi masuknya cacing pada saluran pencernaan, dr Ari mengingatkan untuk memasak sayuran hingga matang. Jikapun memakan sayuran mentah sebagai lalapan pastikan telah benar-benar dicuci sampai bersih. Selain itu ada baiknya minum obat cacing secara teratur, yakni enam bulan sekali.”
Pada 28 Januari 2020 konten ini muncul kembali dengan judul “Kangkung Mematikan, Pemuda di Solo Meninggal Karena Lintah dalam Kangkung.”
Situs turnbackhoax.id yang dikelola oleh MAFINDO (Masyarakat Anti Fitnah Indonesia) telah menelusuri konten ini, dan pernah dibantah oleh dokter penyakit dalam dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).




