Dokter Ulfi Umroni, seperti dilansir Alodokter, menjelaskan bahwa lintah yang masuk ke makanan dan tertelan akan tercerna di rongga mulut dan masuk ke pencernaan.
“Saat setelah dikunyah atau dicerna di rongga mulut, kemungkinan lintah itu sudah mati. Bilapun belum mati, lintah akan masuk ke lambung dan lambung akan meningkatkan asam lambung untuk membunuh lintah itu,” demikian tulis dokter Ulfi menjawab pertanyaan terkait lintah yang masuk ke makanan dan tertelan ke perut.
Kesimpulan
Konten “Kangkung yang Mematikan” muncul hampir setiap tahun dan pertama kali viral Sembilan tahun lalu, pada 2015. Narasi konten ini telah diberi penjelasan oleh pemeriksa fakta dari Kominfo.go.id (Kementerian Komunikasi dan Informatika), turnbackhoax.id (MAFINDO), Liputan6.com dan Antara.
Kabar yang beredar di media sosial bahwa seorang pria asal Solo meninggal dunia usai mengonsumsi kangkung berisi lintah tidak benar atau informasi bohong dan tidak pernah terbukti. Konten tersebut masuk ke dalam kategori konten palsu. (Verrianto Madjowa)
Rujukan




