Sabtu, Mei 23, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Iklim

Penyakit Karena Serangan Gelombang Panas dan Cara Mengatasi

redaksi
9 Agustus 2023
Kategori : Iklim, Kesehatan, Tips & Trip
0
Penyakit Karena Serangan Gelombang Panas dan Cara Mengatasi

Tetap tenang selama gelombang panas sangat penting bagi anak-anak yang lebih sulit mengatur suhu tubuhnya daripada orang dewasa. FOTO: UNPLASH/ANDREW SEAMAN/UN.ORG

Dominicis mengatakan negara-negara di sana merasakan panasnya krisis iklim, dan kesehatan serta kesejahteraan anak-anak paling menderita

“Banyaknya implikasi negatif terhadap kesehatan saat ini dan masa depan dari proporsi signifikan anak-anak di kawasan ini harus menjadi katalisator bagi pemerintah untuk segera berinvestasi dalam langkah-langkah mitigasi dan adaptasi,” ujarnya.

Laporan itu menyebutkan anak-anak sangat rentan terhadap dampak gelombang panas karena suhu inti mereka naik secara signifikan lebih tinggi dan lebih cepat daripada orang dewasa, menempatkan mereka pada risiko penyakit serius termasuk sengatan panas.

Selain itu, gelombang panas juga mempengaruhi pendidikan anak dengan menghambat kemampuan mereka untuk berkonsentrasi dan belajar.

Sementara anak-anak secara unik rentan terhadap dampak gelombang panas, UNICEF mencatat bahwa kebanyakan orang dewasa mengalami panas secara berbeda, sehingga sulit bagi orang tua dan pengasuh untuk mengidentifikasi situasi berbahaya atau gejala penyakit terkait panas pada anak-anak.

Dalam beberapa tahun terakhir, gelombang panas di Eropa dan Asia Tengah menjadi lebih sering tanpa tanda-tanda mereda, dan frekuensinya akan semakin meningkat.

Sekitar 81 persen anak-anak akan mengalami periode gelombang panas yang intens, sementara 28 persen akan menghadapi kondisi gelombang panas yang lebih parah.

Halaman 3 dari 4
Sebelumnya1234Selanjutnya
Tags: Asia SelatanAsia TengahCuaca EkstremEropaGelombang PanasKesehatanSistem Peringatan DiniSuhu PanasUNICEF
Bagikan2Tweet1KirimKirim
Previous Post

Gelombang Panas dan Suhu Tinggi Mengancam Kehidupan Muda

Next Post

Wali Kota Gorontalo: Waspada Cuaca Buruk

Postingan Terkait

Kementerian Kesehatan Tingkatkan Pengawasan Kasus Ebola di Indonesia

Kementerian Kesehatan Tingkatkan Pengawasan Kasus Ebola di Indonesia

21 Mei 2026
WHO Umumkan Keadaan Darurat Kesehatan Wabah Virus Ebola di Afrika Tengah

WHO Umumkan Keadaan Darurat Kesehatan Wabah Virus Ebola di Afrika Tengah

19 Mei 2026

Fakultas Kedokteran UNG Edukasi Pencegahan Diabetes di Bone Bolango

Perjuangan Melawan Perubahan Iklim

Kontak Erat Kasus Hantavirus di DKI Jakarta Dipantau Secara Ketat 14 Hari

Karakteristik Penyebaran Hantavirus Berbeda dengan Influenza dan COVID-19

Mengenal Hantavirus, Kelompok Virus Zoonotik yang Ditularkan Hewan Pengerat Seperti Tikus Liar

Penumpang Kapal yang Terkena Hantavirus Menjalani Karantina 42 Hari

Next Post
Wali Kota Gorontalo: Waspada Cuaca Buruk

Wali Kota Gorontalo: Waspada Cuaca Buruk

Komentar tentang post

TERBARU

Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Indonesia

Perempuan Berisiko Terkena Dampak Wabah Ebola

Belum Ada Vaksin, Risiko Ebola ‘Sangat Tinggi’ di Kongo, Diduga 750 Kasus dan 177 Kematian

Hari Keanekaragaman Hayati Internasional, Bertindak Lokal Memulihkan 30% Ekosistem yang Terdegradasi

Kanwil Kementerian Hukum Provinsi Gorontalo Bahas Jurnalisme Berintegritas di Temu Jurnalis

“HELLO STROKE” Platform Kesehatan Digital Kerja Sama UNG dan Monash University

AmsiNews

REKOMENDASI

Bibit 96W Berpeluang Menjadi Siklon Tropis di Laut Filipina

Tak Bisa Dilewati Kendaraan, Trans Sulawesi Kompleks Pelabuhan Gorontalo Longsor

KKP Kaji Stok Ikan

Produktivitas Publikasi Ilmiah dan Inovasi Indonesia Perlu Ditingkatkan

Riset Gempa dan Tsunami Pagai 2010

Tarif Produk Olahan Tuna Indonesia Bebas Bea Masuk ke Jepang

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.