Dominicis mengatakan negara-negara di sana merasakan panasnya krisis iklim, dan kesehatan serta kesejahteraan anak-anak paling menderita
“Banyaknya implikasi negatif terhadap kesehatan saat ini dan masa depan dari proporsi signifikan anak-anak di kawasan ini harus menjadi katalisator bagi pemerintah untuk segera berinvestasi dalam langkah-langkah mitigasi dan adaptasi,” ujarnya.
Laporan itu menyebutkan anak-anak sangat rentan terhadap dampak gelombang panas karena suhu inti mereka naik secara signifikan lebih tinggi dan lebih cepat daripada orang dewasa, menempatkan mereka pada risiko penyakit serius termasuk sengatan panas.
Selain itu, gelombang panas juga mempengaruhi pendidikan anak dengan menghambat kemampuan mereka untuk berkonsentrasi dan belajar.
Sementara anak-anak secara unik rentan terhadap dampak gelombang panas, UNICEF mencatat bahwa kebanyakan orang dewasa mengalami panas secara berbeda, sehingga sulit bagi orang tua dan pengasuh untuk mengidentifikasi situasi berbahaya atau gejala penyakit terkait panas pada anak-anak.
Dalam beberapa tahun terakhir, gelombang panas di Eropa dan Asia Tengah menjadi lebih sering tanpa tanda-tanda mereda, dan frekuensinya akan semakin meningkat.
Sekitar 81 persen anak-anak akan mengalami periode gelombang panas yang intens, sementara 28 persen akan menghadapi kondisi gelombang panas yang lebih parah.





Komentar tentang post